KORANMANDALA.COM – Antusiasme wisatawan terhadap Bandung Tour on Bus (Bandros) selama libur panjang akhir tahun tetap terlihat, meski peningkatannya belum signifikan. Faktor cuaca yang sulit diprediksi serta kondisi lalu lintas yang padat menjadi penyebab utama minimnya lonjakan penumpang bus wisata andalan Kota Bandung tersebut.
Berdasarkan data Dishub Kota Bandung, periode 23 Desember hingga 31 Desember kenaikan wisatawan yang menggunakan Bandros tercatat sekitar 3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya tercatat sebanyak 6079 wisatawan, sedangkan pada tahun 2025 sebanyak 6262 wisatawan.
Kasubag Tata Usaha BLUD Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Ade Surya, mengatakan minat masyarakat terhadap Bandros memang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Namun, angka kenaikannya masih tergolong tipis.
Libur Natal, Bandros Jadi Favorit Wisatawan Jelajahi Pesona Kota Bandung
“Peminat Bandros meningkat, hanya saja tidak signifikan. Ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi lalu lintas yang cukup padat,” kata Ade Surya, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, hingga 31 Desember, kenaikan jumlah penumpang Bandros tercatat sekitar tiga persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut dinilai belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi kunjungan wisatawan yang masuk ke Kota Bandung selama libur panjang.
“Sampai 31 Desember kenaikannya sekitar tiga persen. Kalau cuacanya bagus, di momen libur panjang bisa lebih dari itu,” jelasnya.
Ade menambahkan, cuaca menjadi faktor krusial karena Bandros merupakan bus wisata terbuka yang sangat bergantung pada kondisi langit. Saat hujan atau cuaca tidak menentu, minat wisatawan untuk naik Bandros cenderung menurun.
“Betul, sangat tergantung cuaca. Kalau hujan, biasanya penumpang langsung berkurang,” katanya.
Selain cuaca, kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Bandung juga berpengaruh terhadap operasional Bandros. Kemacetan membuat waktu tempuh perjalanan wisata menjadi lebih lama dan mengurangi kenyamanan penumpang.
“Lalu lintas yang padat juga memengaruhi operasional Bandros, sehingga ikut berdampak pada minat masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, secara umum Ade menyebut jumlah wisatawan yang masuk ke Kota Bandung selama libur akhir tahun mengalami peningkatan. Namun, kombinasi cuaca yang kurang bersahabat dan kepadatan lalu lintas membuat sebagian wisatawan mengurungkan niat menikmati Bandung dari atas Bandros.
“Kalau dilihat secara umum, wisatawan yang datang ke Bandung meningkat. Hanya saja, karena cuaca dan lalu lintas yang padat, peminat Bandros jadi berkurang,” pungkasnya.
