ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Riuh perayaan Tahun Baru telah usai. Kembang api padam, keramaian perlahan meninggalkan pusat kota. Namun ketika sebagian besar warga masih terlelap, Bandung justru mulai dijaga oleh tangan-tangan sunyi yang bekerja sejak dini hari.
Pukul 04.00 WIB, suara sapu mulai terdengar di kawasan Alun-alun Bandung dan Jalan Asia Afrika. Di bawah cahaya lampu jalan yang masih menyala, para petugas kebersihan menyusuri setiap sudut kota, membersihkan sisa perayaan demi memastikan Bandung kembali bersih dan nyaman saat pagi tiba.
Salah satunya adalah Yedi Kusnadi (46). Sejak subuh, ia bersama rekan-rekannya telah bersiaga menghadapi peningkatan volume sampah pasca malam pergantian tahun.
ADVERTISEMENT
“Kami mulai bekerja dari jam empat subuh. Biasanya selesai dan pulang sekitar jam dua belas siang,” kata Yedi di sela-sela aktivitasnya di kawasan Alun-alun Bandung, Kamis (1/1/2026).
DLH Kota Bandung Kerahkan 1.968 Petugas Kebersihan Saat Idulfitri
Malam puncak Tahun Baru menjadikan Alun-alun Bandung sebagai salah satu titik dengan produksi sampah tertinggi. Ribuan pengunjung yang memadati pusat kota meninggalkan jejak berupa plastik, sisa makanan, dan kemasan minuman. Namun berkat kesiapan personel dan pengaturan kerja yang matang, kondisi tersebut dapat diantisipasi dengan baik.
“Memang sampah meningkat, tapi alhamdulillah masih bisa ditangani,” katanya.
Pada sif pagi, Pemerintah Kota Bandung menurunkan 19 petugas kebersihan lengkap dengan peralatan kerja. Area pembersihan mencakup Simpang Lima, Jalan Asia Afrika, hingga Jalan Otto Iskandar Dinata ruas-ruas strategis yang menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan.
Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang berlangsung siang hingga malam turut memberi dampak pada peningkatan sampah, terlebih saat momen libur panjang dan libur sekolah. Meski demikian, koordinasi dan kerja kolektif membuat situasi tetap terkendali.
“PKL memang berpengaruh karena aktivitasnya terus berjalan. Tapi sejauh ini masih bisa diantisipasi,” jelas Yedi.
Di sisi lain pusat kota, Annisa (26), petugas kebersihan perempuan, memulai hari dengan ritme yang sama. Sejak pukul 03.30 WIB, ia sudah bersiap dari rumah untuk menjalankan tugasnya di kawasan Asia Afrika.
“Volume sampah meningkat karena banyak wisatawan yang datang ke Kota Bandung, terutama ke Asia Afrika dan Alun-alun karena ini pusat kota,” ujar Annisa.
Hari itu, Annisa bertanggung jawab membersihkan ruas jalan dari ujung Braga hingga Naripan, sisi kanan dan kiri. Dengan gerakan cekatan, ia memastikan tak ada sampah tersisa sebelum arus aktivitas warga kembali padat.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






