ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi Pemerintah Kabupaten Garut dalam meletakkan fondasi pembangunan jangka menengah.
Di bawah visi besar “Terwujudnya Garut Hebat dan Berkelanjutan”, Pemkab Garut sepanjang tahun ini memusatkan perhatian pada penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan sumber daya manusia (SDM), serta penggerakan sektor ekonomi berbasis potensi lokal.
Sejumlah kebijakan strategis disepakati bersama melalui forum perencanaan daerah dan SPED, mulai dari penyusunan regulasi prioritas, optimalisasi program pembangunan 2025, hingga penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Tahun ini bukan sekadar tahun berjalan, melainkan tahun pijakan arah Garut lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT
SDM Jadi Titik Awal: Pendidikan Didorong sebagai Kunci
Pemkab Garut menempatkan pembangunan SDM sebagai langkah awal yang paling fundamental. Pemerintah menyadari bahwa keberlanjutan pembangunan tidak akan tercapai tanpa kualitas manusia yang memadai, dan sektor pendidikan menjadi pintu masuk utama.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan sepanjang 2025 adalah Program 1.000 Beasiswa melalui skema “Satu Desa Satu Sarjana”. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa sekaligus mendorong pemerataan kualitas SDM antarkawasan.
Melalui program ini, Pemkab Garut menargetkan peningkatan Indeks Pendidikan Masyarakat, yang selama ini menjadi salah satu indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pendidikan diposisikan bukan hanya sebagai hak, tetapi juga sebagai instrumen strategis pembangunan daerah.
Kerja Sama Strategis dengan Perguruan Tinggi
Keseriusan Pemkab Garut dalam menjalankan program beasiswa tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.
Penandatanganan kerja sama Program 1.000 Beasiswa ini berlangsung di Pamengkang Pendopo Garut, Rabu (3/9/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin serta Rektor UIN SGD Bandung, H. Rosihan Anwar. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Garut, khususnya dari desa-desa.
Sekolah Rakyat: Gagasan Nasional Hadir di Garut
Di sektor pendidikan nonformal dan vokasi, Garut juga mencatatkan momentum penting melalui peresmian Program Sekolah Rakyat, sebuah gagasan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Garut berlokasi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Samarang, Garut. Program ini resmi berjalan pada Selasa (30/9/2025), dengan fokus pada peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja masyarakat.
Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi penanda bahwa pembangunan SDM Garut tidak hanya bertumpu pada jalur akademik, tetapi juga pada penguatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja.
Peningkatan Status Perguruan Tinggi: Dorong IPM Garut
Langkah lain yang tak kalah penting dalam kaleidoskop pendidikan 2025 adalah perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Darul Arqom (STAIDA) menjadi Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA).
Perubahan status yang diresmikan pada 22 November 2025 ini disertai dengan peresmian Gedung Rektorat IMDA. Peningkatan kelembagaan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Garut sekaligus mendorong kenaikan IPM melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Ekonomi Daerah: Bertumpu pada Potensi Lokal
Di luar sektor pendidikan, Pemkab Garut sepanjang 2025 juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekonomi daerah. Strategi yang ditempuh berfokus pada optimalisasi potensi lokal, antara lain:
- Sektor pertanian, termasuk pengembangan domba Garut dan tanaman pangan,
- Ekonomi kreatif, meliputi kuliner, fesyen, dan kerajinan,
- Pemberdayaan UMKM dan BUMDes sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Pendekatan ini menegaskan arah pembangunan ekonomi Garut yang tidak bertumpu pada sektor besar semata, melainkan pada ekonomi kerakyatan yang berbasis desa dan komunitas.
Catatan Akhir 2025
Kaleidoskop Garut 2025 menunjukkan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya menata pondasi pembangunan jangka panjang, dengan SDM sebagai poros utama. Tantangan ke depan masih besar, mulai dari konsistensi pelaksanaan program, pengawasan anggaran, hingga dampak riil di lapangan.
Namun satu hal jelas: tahun 2025 menjadi babak awal Garut menyiapkan diri menuju daerah yang hebat dan berkelanjutan, bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang mulai diterjemahkan ke dalam program nyata.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






