ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyiapkan anggaran miliaran rupiah untuk mengompensasi peliburan seluruh angkutan kota (angkot) di Kota Bandung selama dua hari. Berdasarkan data Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung, total angkot yang terdata mencapai 5.521 unit.
Ketua Organda Kota Bandung, Neneng Zuranda, mengungkapkan bahwa seluruh angkot di Kota Bandung tanpa terkecuali masuk dalam kebijakan peliburan tersebut. Kebijakan itu diambil atas pertimbangan pemerintah provinsi untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas di Kota Bandung.
“Semua trayek diliburkan. Total angkot di Kota Bandung berdasarkan pendataan Organda sekitar 5.521 unit,” kata Neneng Selasa 31 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
Harga Pangan Turun di Bandung, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli saat Nataru
Meski demikian, Neneng menyebutkan bahwa dari total jumlah tersebut, angkot yang aktif beroperasi sehari-hari hanya sekitar 30 persen. Kondisi ini turut menjadi dasar dalam perhitungan besaran kompensasi yang diberikan pemerintah.
“Yang benar-benar jalan sehari-hari itu sekitar 30 persen. Sisanya memang sudah jarang beroperasi,” ujarnya.
Untuk kebijakan peliburan selama dua hari tersebut, pemerintah memberikan kompensasi sebesar Rp250 ribu per hari untuk setiap unit angkot. Dengan demikian, setiap pengemudi dan pengusaha angkot menerima Rp500 ribu per unit.
Jika dikalkulasikan, total anggaran yang harus disiapkan pemerintah mencapai sekitar Rp5,5 miliar untuk dua hari peliburan angkot di Kota Bandung.
“Kalau dihitung totalnya sekitar Rp5.521.000.000. Itu untuk dua hari, dengan kompensasi Rp500 ribu per angkot,” jelas Neneng.
Neneng menjelaskan, pendataan penerima kompensasi dilakukan melalui koperasi dan badan usaha angkutan yang berada di bawah naungan Organda Kota Bandung, di antaranya Kobanter, Kopalmas, Kobutri, dan PT Tiga Putri.
Saat ini, proses pendataan masih terus berlangsung untuk memastikan penyaluran kompensasi tepat sasaran. Dana kompensasi akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing pengemudi dan pengusaha angkot melalui Bank BJB.
“Yang belum punya rekening akan dibikinkan, dan yang sudah ada langsung menerima. Semua ditransfer langsung,” ujarnya.
Selama peliburan angkot, layanan transportasi publik di Kota Bandung tetap dilayani melalui Trans Metro Bandung (TMB) dan Trans Metro Jabar (TMJ) sebagai transportasi pengganti sementara.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






