Jumat, 27 Februari 2026 1:06

KORANMANDALA.COM –Kabupaten berpotensi mengalami dampak tidak langsung dari meningkatnya aktivitas Bibit Siklon Tropis 93S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat. Kondisi ini berisiko memicu hujan lebat disertai angin kencang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menyebutkan Bibit Siklon Tropis 93S berpeluang berkembang menjadi siklon tropis kategori 1 hingga 2.

Meski pusat sistem tersebut diprakirakan menjauh dari wilayah Indonesia, dampaknya tetap dapat dirasakan di sejumlah daerah, khususnya Jawa Barat bagian selatan, termasuk Kabupaten Bandung.

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Sepekan ke Depan

“Walaupun pusat bibit siklon tidak masuk ke wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap signifikan, terutama berupa peningkatan intensitas hujan dan angin kencang,” ujar Teguh, Kamis (25/12).

Ia menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini mendukung penguatan sistem tersebut. Suhu muka laut yang hangat, kelembapan udara yang tinggi, serta geseran angin vertikal yang relatif lemah menjadi faktor pemicu terbentuknya cuaca ekstrem.

BMKG juga mencatat potensi angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Barat. Kondisi ini berpengaruh terhadap wilayah daratan dan dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bandung.

Seiring meningkatnya potensi ancaman tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang bermukim di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai dan lereng perbukitan.

“Tingkatkan kewaspadaan, pantau informasi cuaca resmi dari BMKG, dan ikuti arahan pemerintah daerah. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Teguh.

BMKG menekankan pentingnya koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat setempat guna meminimalkan risiko serta dampak cuaca ekstrem selama periode libur akhir tahun

Koranmandala.com

Exit mobile version