Kamis, 26 Februari 2026 15:30

KORANMANDALA.COMDinas Perhubungan (Dishub) Kota mencatat lonjakan signifikan pergerakan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Berdasarkan data sementara, sebanyak 522.106 kendaraan tercatat masuk ke Kota Bandung, sementara kendaraan yang keluar mencapai 452.347 unit. Selain itu, petugas juga menindak 6.415 kendaraan yang melanggar Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengatakan data tersebut dihimpun melalui koordinasi intensif dengan Polrestabes Bandung sejak 18 hingga 28 Desember 2025. Pemantauan dilakukan secara berkala dengan pembaruan data setiap tiga jam, khususnya di pintu-pintu keluar tol yang menjadi titik utama arus kendaraan.

Libur Nataru, Kunjungan Wisatawan ke Cipanas Garut Melejit, Polisi Terapkan One Way

“Kalau kita lihat pergerakan mulai tanggal 18 sampai 28 Desember, kami berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung dengan update setiap tiga jam sekali, terutama kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui exit tol, mulai dari Pasteur sampai Summarecon,” kata Rasdian, Senin (29/12/2025).

Ia mengungkapkan, dari enam pintu keluar tol yang dipantau, Exit Tol Summarecon menjadi titik dengan volume kendaraan tertinggi, disusul Exit Tol Pasteur. Lonjakan pergerakan kendaraan umumnya terjadi pada siang hingga sore hari.

“Kalau pagi peningkatannya tidak terlalu signifikan. Tapi mulai siang sampai sore, pergerakan kendaraan meningkat di masing-masing exit tol. Yang paling padat tetap Summarecon dibandingkan Pasteur,” jelasnya.

Rasdian menambahkan, peningkatan volume kendaraan pada jam-jam tersebut rata-rata mencapai sekitar 10 persen dibandingkan pagi hari. Kondisi ini menjadi perhatian khusus petugas dalam melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan.

Terkait rekayasa lalu lintas, Dishub Kota Bandung menegaskan tidak menerapkan penyekatan secara permanen. Pengaturan dilakukan secara situasional dan selalu berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung.

“Penyekatan tidak ada, sifatnya kondisional. Kami menunggu arahan dari Satlantas, melihat kondisi di lapangan apakah perlu rekayasa jalur atau tidak, tergantung pergerakan kendaraan yang masuk maupun keluar Kota Bandung,” ujarnya.

Dishub juga mencatat, mayoritas kendaraan yang masuk ke Kota Bandung selama libur Nataru didominasi kendaraan pribadi. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, sekitar 65 persen pergerakan lalu lintas terdiri dari kendaraan roda empat dan roda dua.

“Memang pada saat Nataru, penggunaan kendaraan pribadi meningkat cukup tinggi,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi kepada wisatawan dan pengunjung yang memilih Kota Bandung sebagai destinasi liburan akhir tahun. Ia mengakui kepadatan lalu lintas sulit dihindari pada momen libur panjang, namun keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.

“Terima kasih kepada para pengunjung yang datang ke Kota Bandung. Kepadatan lalu lintas memang tidak bisa dihindari, tapi yang paling penting adalah tetap mengutamakan keselamatan agar tidak terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version