Kamis, 26 Februari 2026 22:41

KORANMANDALA.COM – Tanggul sungai di RT 08 RW 02 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota , kembali jebol pada Minggu sore, 28 Desember 2025. Peristiwa ini menjadi kejadian kelima sejak November 2025, dipicu derasnya aliran air dari kawasan hulu Lembang yang membawa material bambu, kayu, hingga tunggul pohon.

Kepala UPT Daerah Aliran Sungai Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Asep Suryana, mengatakan kerusakan tanggul terjadi berulang akibat faktor alam dan kondisi sungai yang semakin menyempit.

“Sebetulnya kejadian ini sudah berlangsung sejak bulan November. Di bagian atas sungai ada dua titik yang sempat kami tangani, namun hujan deras di wilayah Lembang membuat aliran air semuanya mengarah ke sini,” ujar Asep Suryana saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (29/12/2025).

Korban Banjir di Bandung Minta Pemerintah Perbaiki Tanggul dan Normalisasi Sungai

Menurutnya, kawasan Cipaganti menjadi titik rawan karena merupakan pertemuan dua aliran sungai, yakni Sungai Cipaganti dan Sungai Cijengkol. Kondisi tersebut diperparah oleh penyempitan badan sungai akibat bangunan di wilayah hulu.

“Air datang membawa material bambu, kayu, bahkan tunggul. Di atas sungainya besar, tapi di sini menyempit. Ditambah lagi dasar sungai di beberapa titik sudah turun atau kesosok,” jelasnya.

Asep mengungkapkan, sebelumnya DSDABM Kota Bandung telah menyelesaikan perbaikan tanggul sepanjang 13 meter di bagian bawah. Penanganan sempat berjalan efektif karena cuaca relatif cerah selama dua hari. Namun hujan kembali turun dan menyebabkan tanggul kembali jebol.

“Kemarin sempat kami tangani dan alhamdulillah selesai karena dua hari tidak hujan. Tapi sore ini kejadian lagi. Kalau hujan deras dari hulunya, sekuat apa pun corannya pasti sulit menahan,” katanya.

Sebagai langkah penanganan darurat, aliran air saat ini dialihkan menggunakan drum untuk mengurangi tekanan langsung ke tanggul yang rusak. Pihak DSDABM juga terus memantau kondisi cuaca sebelum melakukan perbaikan lanjutan secara permanen.

Terkait dampak ke warga, Asep menyebutkan sejumlah rumah di bantaran sungai terdampak luapan air. Pihaknya telah berkoordinasi dengan RT setempat serta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami selalu mengingatkan warga, kalau hujan deras terutama di wilayah Lembang, agar lebih hati-hati dan sementara menjauh atau mengungsi dari bantaran sungai,” ujarnya

Exit mobile version