ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Luapan Sungai Cipaganti kembali menerjang permukiman warga di RT 08 RW 02 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Derasnya aliran air dari hulu menyebabkan tanggul jebol dan mengakibatkan banjir yang merendam belasan rumah warga.
Ketua RT 08 RW 02 Kelurahan Cipaganti, Nandi, mengatakan debit air meningkat drastis hingga meluap ke jalan dan permukiman dengan ketinggian bervariasi. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai sekitar satu meter.
“Debit air kemarin terlalu besar, sampai naik ke jalan sekitar 30 sentimeter. Alirannya jadi terbagi tiga, satu ke sini, satu ke bawah, dan satu lagi ke seberang,” ujar Nandi saat ditemui di lokasi, Senin (29/12/2025).
ADVERTISEMENT
Bupati Bandung Tinjau Wilayah Rawan Banjir dan Tanggul Jebol di Dayeuhkolot
Luapan air terjadi setelah tanggul di sisi sungai jebol, sehingga aliran sungai menyebar ke kawasan permukiman. Akibatnya, sedikitnya tiga rumah di bagian depan bantaran sungai mengalami kerusakan, sementara lebih dari 10 rumah di bagian belakang terdampak banjir.

“Kalau yang di sini rusak bagian depan jalan ada tiga rumah. Kalau yang di belakang enggak rusak bangunannya, tapi kena banjir saja,” jelasnya.
Nandi menjelaskan, banjir di area belakang permukiman sebagian besar berupa limpasan air dan tidak menggenangi rumah dalam waktu lama. Namun ketinggian air sempat mencapai 20 hingga 30 sentimeter, bahkan di titik tertentu mencapai satu meter.
Ia menilai, banjir dipicu perubahan alur sungai di wilayah hulu. Air yang sebelumnya dapat terbagi ke beberapa jalur kini mengalir terpusat ke Cipaganti akibat penyempitan sungai.
“Penyebab utamanya air dari hulu sekarang enggak bisa dibagi dua lagi. Dulu alirannya bisa dibagi, sekarang satu arah ke sini semua karena di atasnya sudah banyak pembangunan,” ungkapnya.
Menurut Nandi, pembangunan di wilayah hulu seperti hotel dan SPBU diduga turut mempersempit jalur aliran air, sehingga debit sungai langsung mengarah ke permukiman warga.
Saat ini, penanganan darurat dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan mengalihkan aliran air menggunakan drum sebagai solusi sementara.
“Penanganan dari PU sudah sekitar sebulan di sini. Tapi pas lagi dikerjain, datang lagi air besar,” katanya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






