KORANMANDALA.COM – Kebun Binatang Bandung akhirnya dibuka secara terbatas dan gratis pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah tingginya antusiasme masyarakat yang sejak pagi hari memadati area pintu masuk, meskipun sebelumnya pengelola telah menjadwalkan penutupan kawasan wisata tersebut.
Humas Kebun Binatang Bandung, Aan Sulhan, mengatakan lonjakan pengunjung mulai terjadi sejak. Pihak pengelola menerima laporan dari petugas keamanan internal bahwa kawasan gerbang sudah dipenuhi warga sejak pukul 07.00 WIB.
“Awalnya hari ini memang dijadwalkan tutup. Tapi sekitar jam 7 pagi kami mendapat laporan dari security, kondisi di gerbang sudah ramai. Banyak motor dan mobil terparkir, ibu-ibu dan anak-anak ingin masuk ke kebun binatang untuk rekreasi,” kata Aan Sulhan.
Bandung Zoo Tetap Jadi Ruang Terbuka Hijau, Warga Datang Bukan Berwisata tapi Peduli Satwa
Melihat kondisi tersebut, pengelola segera menggelar rapat singkat dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan serta Polsek setempat. Dari hasil koordinasi, penutupan dinilai berpotensi memicu gesekan sosial di lapangan.
“Kalau tetap ditutup, berpotensi terjadi kejadian sosial. Akhirnya kami putuskan dibuka, sambil tetap berkoordinasi, termasuk soal tiket. Hasilnya diputuskan dibuka gratis,” jelasnya.
Meski tidak memungut biaya masuk, pengelola memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin berdonasi secara sukarela. Donasi dapat berupa uang maupun pakan satwa seperti sayur, buah, dan daging, yang disalurkan melalui tempat khusus yang telah disiapkan.
“Kami tidak mewajibkan donasi. Tapi kalau masyarakat ingin berdonasi, silakan. Ada yang membawa sayur, buah, atau daging, itu kami terima,” kata Sulhan.
Ia menegaskan, donasi tidak memiliki nominal khusus dan sepenuhnya bersifat ikhlas.
“Donasi bebas. Ada yang Rp20 ribu, ada juga Rp5 ribu. Semua sesuai keikhlasan,” ujarnya.
Pembukaan Kebun Binatang Bandung bersifat sementara dan terbatas. Jam operasional hanya dibuka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, berbeda dengan hari normal yang biasanya beroperasi hingga sore hari.
“Kami akan umumkan setiap hari lewat media sosial. Keputusan buka atau tutup dievaluasi harian karena kami harus terus berkoordinasi dengan aparat, kepolisian, Babinsa, dan pihak terkait lainnya,” ungkap Sulhan.
Meski sempat ditutup untuk umum, pengelola memastikan kondisi internal kebun binatang tetap terjaga. Petugas internal tetap siaga dan kebersihan area terus dirawat secara rutin.
“Petugas internal kami standby. Selama ditutup pun kebersihan tetap terkontrol, halaman disapu, toilet dibersihkan. Jadi saat dibuka mendadak, semuanya sudah siap,” tambahnya.
