ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Publik Kota Bandung digemparkan oleh viralnya sebuah video yang merekam aksi penipuan jual beli emas palsu yang berujung penembakan menggunakan airsoft gun. Peristiwa itu terjadi di kawasan Sukajadi, Kota Bandung, dan mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian wajah.
Korban diketahui bernama Engkim Yoso Utomo (68). Kepada Koran Mandala, Engkim membeberkan kronologi lengkap kejadian yang menimpanya hingga harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tembak yang menembus gigi dan mengenai pipi kiri.
Engkim menuturkan, peristiwa bermula pada Rabu, 24 Desember 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, saat dirinya menerima kedatangan seorang perempuan paruh baya yang mengaku hendak menjual emas di lapak jual beli emas miliknya di Jalan Sukajadi, Kota Bandung. Perempuan tersebut datang bersama seorang pria yang diduga kuat merupakan suaminya.
ADVERTISEMENT
Tas Tertinggal Saat Makan, Keluarga Asal Surabaya Terlantar Berhari-hari di Bandung
“Perempuannya yang turun. Bapak-bapaknya standby di motor, enggak turun, pakai masker, pakai baju Grab,” kata Engkim saat ditemui di lapaknya, Jumat (26/12/2025).
Menurut Engkim, perempuan tersebut menawarkan sebuah liontin emas dengan berat sekitar 9 gram. Seperti prosedur biasa, Engkim menerima emas itu untuk dilakukan pengecekan keaslian. Sambil memeriksa, ia juga menyampaikan taksiran harga emas yang diperkirakan berada di kisaran Rp1.300.000 per gram, sehingga total nilai emas tersebut mencapai sekitar Rp9.750.000.
Harga tersebut disetujui oleh perempuan tersebut. Namun sebelum transaksi dilunasi, Engkim menyarankan agar liontin dilepas dan batu pada perhiasan tersebut dicopot guna memastikan keaslian emas secara lebih detail. Saran itu justru ditolak.
“Saya bilang, ‘gimana kalau batunya dipotong dulu, dicopot biar sama-sama enak.’ Tapi dia nolak, alasannya ojol-nya kasihan nunggu,” ujarnya.
Engkim sempat menawarkan untuk membayar ongkos ojek online tersebut agar proses pengecekan bisa dilanjutkan. Namun, perempuan itu tetap menolak. Tanpa menaruh curiga berlebihan, Engkim kemudian memberikan uang muka sebesar Rp5 juta, sambil melanjutkan pemeriksaan emas.
Saat pengecekan dilakukan lebih mendalam, Engkim mendapati bahwa perhiasan tersebut bukan emas asli, melainkan emas palsu dengan lapisan yang mulai memudar. Menyadari dirinya ditipu, Engkim langsung meminta agar uang muka dikembalikan.
Namun sebelum percakapan berlanjut, perempuan tersebut tiba-tiba berlari keluar menuju arah motor yang dikendarai pria yang sejak awal menunggu di luar. Keduanya langsung melarikan diri ke arah Taman Sukajadi.
“Belum beres ngomong, dia sudah lari. Yang bapak-bapak itu memang sudah standby. Dia naik motor, langsung kabur,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






