KORANMANDALA.COM – Terminal Cicaheum, Kota Bandung, memperketat pengawasan armada bus menjelang arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebanyak 50 bus perniagaan ditargetkan menjalani ramp check setiap hari guna memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, mengatakan tidak seluruh armada dapat hadir bersamaan sesuai jadwal pemeriksaan. Hal itu disebabkan sebagian bus merupakan angkutan jarak jauh yang masih berada di perjalanan dan terkendala kemacetan, baik dari jalur utara maupun selatan.
Meski demikian, ramp check tetap dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan difokuskan pada aspek keselamatan kendaraan serta kelayakan operasional armada yang melayani penumpang selama masa Nataru. Armada yang telah diperiksa dipastikan aman dan siap beroperasi.
Terminal Cicaheum Perketat Ramp Check Jelang Nataru, 175 Bus Disiapkan Layani Penumpang
Ramp check dilakukan oleh tim petugas pengujian Terminal Cicaheum dengan pendampingan dari pihak kepolisian. Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi dan kondisi teknis kendaraan. Dari sisi administrasi, petugas mengecek buku uji kendaraan, STNK, masa berlaku pajak, serta SIM pengemudi. Sementara dari aspek teknis, kondisi ban, rem, lampu, wiper kaca, hingga perangkat keselamatan lainnya turut diperiksa secara visual.
“Pemeriksaan ini memang bersifat visual, namun cukup untuk memastikan kendaraan layak jalan dan aman digunakan,” kata Asep Jumat, (26/12/2025).
Hingga saat ini, sekitar 50 armada telah menjalani ramp check. Bus yang dinyatakan memenuhi syarat diberikan stiker sebagai tanda layak operasional. Ramp check ini dilaksanakan sejak 18 Desember dan akan berlangsung hingga 4 Januari mendatang.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu armada bus milik PO Pahala Kencana yang dinyatakan tidak layak beroperasi. Kendaraan tersebut diketahui mengalami kerusakan pada kaca depan serta memiliki administrasi yang telah kedaluwarsa.
Sebagai tindak lanjut, penumpang bus tersebut langsung diturunkan di terminal, sementara kendaraan dikeluarkan dari area operasional dan dipulangkan ke garasi. Pihak operator kemudian mengganti armada tersebut dengan kendaraan lain yang kondisinya lebih baik dan telah dinyatakan layak jalan.
Asep menegaskan, hingga kini hanya satu armada yang ditemukan melakukan pelanggaran teknis berat. “Untuk kasus berat sejauh ini hanya satu. Selebihnya memenuhi standar dan aman untuk dioperasikan,” ujarnya.
