Daerah

Belum Ada Respons Pemkot, Cipayung Plus Bandung Lakukan Konsolidasi Lanjutan

KORANMANDALA.COM – Aliansi Cipayung Plus Kota Bandung menggelar diskusi dan konsolidasi lanjutan sebagai respons atas belum adanya tanggapan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terkait dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan birokrasi.

Aliansi yang terdiri dari HMI, GMNI, GMKI, KAMMI, PMII, HIMA PERSIS, IMM, dan PKRI tersebut menilai sikap diam Pemkot Bandung muncul setelah aksi unjuk rasa yang digelar di Balai Kota Bandung pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu belum mendapatkan respons maupun klarifikasi resmi dari pihak pemerintah daerah.

Dalam konsolidasi tersebut, Cipayung Plus menilai absennya penjelasan dari Pemkot Bandung berpotensi memperbesar kegaduhan publik, khususnya terkait isu dugaan praktik korupsi dan tata kelola pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Di Penghujung Tahun, Bandung Darurat Sampah, Baru 20 Persen Terolah

Mereka menekankan pentingnya keterbukaan informasi serta sikap bertanggung jawab dari pimpinan daerah guna menjaga kepercayaan masyarakat.

Aliansi mendorong agar persoalan dugaan jual beli jabatan ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku. Mereka meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri, untuk menindaklanjuti isu tersebut secara profesional dan transparan demi menjawab keresahan publik.

Fikri Ali Murtadho, perwakilan HMI Cabang Bandung yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus, menyampaikan kekecewaannya atas belum adanya itikad dialog dari pihak eksekutif daerah.

“Aksi yang kami lakukan sebelumnya belum mendapatkan respons apa pun. Kami berharap Pemkot Bandung menunjukkan komitmen dalam menjaga integritas birokrasi dan membuka ruang klarifikasi kepada publik,” ujar Fikri.

Lebih lanjut, Cipayung Plus menilai sikap kooperatif pimpinan daerah dalam menghadapi proses hukum menjadi bagian penting dari tanggung jawab kepemimpinan. Selain itu, mereka juga menekankan perlunya pembenahan sistem promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemkot Bandung agar terhindar dari praktik transaksional.

Aliansi Cipayung Plus Kota Bandung menyatakan konsolidasi ini merupakan bagian dari langkah advokasi berkelanjutan. Mereka membuka kemungkinan adanya aksi lanjutan apabila aspirasi mahasiswa dan masyarakat belum mendapat respons yang memadai dari Pemerintah Kota Bandung.

Koranmandala.com

Published by

Recent Posts

Bed RSUD Garut Baru 1.183, Kebutuhan Ideal 2.900

KORAN MANDALA – Kapasitas pelayanan rumah sakit di Kabupaten Garut masih menghadapi tantangan besar. Dengan jumlah…

1 jam ago

Area Bermain Keropos dan Wastafel Kering, Fasilitas Taman Cempaka Dikeluhkan pengunjung

KORAN MANDALA – Sejumlah fasilitas di Taman Cempaka atau Taman Fotografi, Jalan Taman Cempaka, Kelurahan…

2 jam ago

Hendak ke Masjid, Motor Warga Malangbong Raib Dicuri

KORAN MANDALA –Niat berangkat ke masjid pada Minggu dini hari (18/10/2026) justru membuat seorang warga…

4 jam ago

Kabar Gembira Persib! Notsuda Kirim Sinyal Comeback

KORAN MANDALA – Persib Bandung mulai mendapat angin segar terkait kondisi gelandang asingnya, Gakuto Notsuda. Setelah…

4 jam ago

Berdiri Sejak 1881, Ponpes Sukamiskin Jadi Saksi Panjang Sejarah Santri di Kota Bandung

KORAN MANDALA –Pondok Pesantren Sukamiskin di Jalan A.H. Nasution Nomor 128, Kota Bandung, menyimpan perjalanan…

5 jam ago

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kekerasan terhadap Rombongan Persib U-18

KORAN MANDALA – Penanganan kasus kekerasan, perusakan bus, dan pencurian yang menimpa rombongan Persib U-18 di…

6 jam ago