Kamis, 26 Februari 2026 23:02

KORANMANDALA.COM –Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan arah baru pembangunan daerah dengan mendorong kemandirian pangan berbasis riset dan inovasi.

Melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jawa Barat menargetkan diri sebagai sentra produksi pangan berkelanjutan, tidak hanya sebagai pasar konsumsi.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kolaborasi tersebut membuka peluang besar bagi Jawa Barat untuk mengembangkan berbagai sektor pangan strategis, mulai dari varietas unggul padi, perikanan, peternakan, hingga pengelolaan ruang wilayah yang lebih presisi dan berbasis data.

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Nataru, DPRD Kota Bandung Soroti Ancaman Penumpukan Sampah

“Jawa Barat tidak boleh hanya menjadi konsumen. Padi, ikan, ayam, dan kebutuhan pangan lainnya harus diproduksi di sini dengan pendekatan riset yang tepat,” ujar Arif.

Dalam kerja sama ini, BRIN dan akan mengembangkan depot benih serta melakukan perbanyakan varietas unggul, termasuk varietas padi hasil riset BRIN dan perguruan tinggi di Jawa Barat.

Pengembangan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhatikan kesesuaian dengan kondisi lahan serta selera masyarakat setempat.

“Ada varietas yang produksinya tinggi dan kualitasnya bagus, tetapi kurang diminati masyarakat. Karena itu, kami akan melakukan uji coba untuk menentukan varietas yang paling sesuai bagi Jawa Barat,” katanya.

Arif menegaskan, ke depan BRIN bersama Pemprov Jabar ingin memastikan seluruh kebutuhan pangan strategis, seperti padi, ikan, dan ayam, dapat diproduksi secara mandiri di Jawa Barat.

“Target kami, Jawa Barat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pusat produksi pangan berbasis riset,” pungkasnya.

Exit mobile version