ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Bagi sebagian siswa, pembagian rapor adalah momen biasa. Namun tidak bagi Syahira Putri Amelia (15). Siswi SMKN 1 Kuningan itu sempat diliputi kebingungan ketika menerima undangan pembagian rapor yang mewajibkan kehadiran orang tua, Selasa (23/12/2025).
Syahira, warga Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya telah wafat beberapa tahun lalu. Sementara itu, ibunya tidak dapat meninggalkan pekerjaan, dan sang kakak bekerja di luar kota.
Dalam kondisi serba terbatas itu, Syahira tak punya banyak pilihan. Dengan penuh keraguan, ia memberanikan diri menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Bukan untuk meminta bantuan memadamkan api, melainkan sekadar meminta seseorang hadir menggantikan orang tuanya saat mengambil rapor di SMKN 1 Kuningan, Jalan Raya Sukamulya.
ADVERTISEMENT
DPRD Kuningan Tinjau Arboretum Arunika di Tengah Polemik Lingkungan
“Saya bingung harus bagaimana. Undangan harus diambil orang tua, tapi ibu tidak bisa izin kerja. Ayah sudah meninggal, kakak juga jauh,” tutur Syahira lirih.
Permintaan sederhana itu pun direspons. UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan menugaskan Rudi, anggota lepas piket, untuk mendampingi Syahira dan mewakili orang tua dalam pengambilan rapor.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah membeda-bedakan bentuk permintaan bantuan masyarakat.
“Bagi kami, tugas Damkar bukan hanya soal api dan penyelamatan. Selama itu untuk membantu masyarakat dan kami mampu, pasti kami lakukan,” ujar Andri.
Ia berharap, kehadiran Damkar dalam momen sederhana itu bisa memberi rasa tenang bagi Syahira dan keluarganya, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir hingga ke hal-hal kecil yang bermakna bagi warganya.
Di hari itu, bukan hanya rapor yang dibawa pulang Syahira, tetapi juga rasa hangat bahwa ia tidak sendirian. (Hendra)
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





