KORANMANDALA.COM –Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKS, Agus Andi Setyewan, menyoroti serius potensi lonjakan sampah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, meningkatnya arus wisatawan ke Kota Bandung tidak hanya berdampak pada kemacetan lalu lintas, tetapi juga berisiko memicu persoalan lingkungan yang lebih kompleks jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Berbicara Nataru itu tidak bisa lepas dari cipta kondisi, termasuk bagaimana wajah Kota Bandung. Wajah kota ini adalah wajah wali kota dan seluruh pemangku kepentingan. Salah satunya ya soal sampah,” ujar Agus saat dijumpai di Bandung.
Jelang Nataru, Farhan Tegaskan Tak Ada Ampun Parkir Liar di Bandung
Agus menjelaskan, berdasarkan prediksi, jumlah kendaraan yang masuk ke Bandung selama libur Nataru bisa mencapai lebih dari satu juta kendaraan, baik dari arah utara, barat, maupun timur.
Kondisi itu berbanding lurus dengan meningkatnya aktivitas wisata, pusat hiburan, dan kawasan perkotaan yang berpotensi menghasilkan volume sampah lebih besar dari hari biasa.
“Lonjakan wisatawan, baik lokal maupun internasional, pasti membawa konsekuensi penumpukan sampah. Ini menjadi PR penting di momentum Nataru,” tegasnya.
Menurut Agus, Komisi III DPRD Kota Bandung telah meminta DLH untuk bersiap ekstra keras menghadapi potensi lonjakan sampah tersebut.
Namun ia mengakui, hingga saat ini pola pengelolaan sampah di Kota Bandung masih didominasi skema kumpul–angkut–buang, sementara persoalan pengolahan dan penguraian sampah belum sepenuhnya tertangani.
“Selama ini sampah memang belum terurai dengan baik. Masih ada pekerjaan rumah besar yang belum selesai. Nah, kalau ditambah lonjakan saat Nataru tanpa antisipasi matang, dampaknya bisa cukup parah,” kata Agus.
Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif sejak sekarang, mulai dari penambahan armada, penguatan petugas kebersihan, hingga pengaturan titik-titik rawan penumpukan sampah, terutama di kawasan wisata dan pusat keramaian.
“Harapannya, DLH sudah mengantisipasi dari sekarang. Ketika nanti terjadi lonjakan, dampaknya tidak terlalu parah dan tidak mencederai wajah Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata,” ujarnya
Selain persoalan sampah, Komisi III DPRD Kota Bandung juga terus memantau kesiapan infrastruktur perhubungan dan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan selama libur Nataru.
