ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Gereja Katedral Bandung mulai menghadirkan nuansa Natal setelah dekorasi resmi dipasang dan dinyalakan pada Minggu Adven keempat. Pemasangan dekorasi tersebut dilakukan sesuai dengan tradisi Gereja Katolik yang menempatkan masa Adven sebagai waktu pengharapan dan penantian, bukan perayaan.
Humas Gereja Katedral Bandung, Cecilia Amanda, menjelaskan dalam Gereja Katolik, dekorasi Natal tidak boleh dipasang sejak awal Adven. Sejak Minggu Adven pertama hingga ketiga, gereja belum menampilkan ornamen Natal maupun lagu-lagu bernuansa perayaan.
“Dekorasi Natal baru boleh dipasang setelah Minggu Adven ketiga. Pada masa Adven pertama sampai ketiga, suasananya masih sangat sederhana karena itu adalah masa pengharapan dan penantian,” kata Cecilia, Rabu (24/12/2025).
ADVERTISEMENT
Natal 2025 di Katedral Bandung Kapasitas Umat Ditambah, Pengamanan Diperketat
Ia mengatakan, persiapan dekorasi sebenarnya sudah boleh dimulai setelah Adven ketiga, namun masih sebatas rangka. Dekorasi baru boleh dipasang secara utuh dan dinyalakan pada Minggu Adven keempat.
“Tanggal 21 kemarin adalah Minggu Adven keempat. Di momen inilah dekorasi mulai dipasang dan lampu-lampu dinyalakan. Sejak tanggal 20–21, dekorasi sudah mulai terlihat,” katanya.
Cecilia juga menegaskan perayaan Natal dalam Gereja Katolik memiliki kekhasan tersendiri. Natal tidak dirayakan sebelum tanggal 25 Desember. Peribadahan dengan tema Natal hanya dilakukan pada Malam Natal dan Hari Raya Natal.
“Tidak ada misa atau peribadahan bertema Natal sebelum Malam Natal. Itu menjadi kekhasan Gereja Katolik. Kalau kegiatan kumpul keluarga atau makan bersama tentu tidak masalah, tapi untuk peribadahan Natal hanya pada Malam Natal dan Hari Raya Natal,” jelasnya.
Hal tersebut berbeda dengan sejumlah gereja Kristen Protestan yang biasanya sudah menggelar perayaan Natal sejak awal Desember. Namun, dalam Gereja Katolik, ketentuan tersebut sudah menjadi aturan liturgi yang dijaga secara konsisten.
Untuk rangkaian misa Natal hingga perayaan Tahun Baru, Cecilia memastikan akan dipimpin oleh para pastor Katedral bersama Uskup Bandung. Sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik di Keuskupan Bandung, Uskup akan memimpin langsung misa karena Gereja Katedral merupakan gereja uskup.
“Bapak Uskup akan hadir dan memimpin langsung bersama para pastor,” ujarnya.
Biasanya, setelah misa Malam Natal pukul 18.00, terdapat kunjungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang diterima oleh Uskup dan para pastor untuk bersilaturahmi, sekaligus kesempatan doorstop bagi wartawan. Namun, tahun ini jadwal sedikit disesuaikan karena Uskup akan memimpin misa pada pukul 23.30 hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






