Jumat, 27 Februari 2026 5:27

KORANMANDALA.COMPemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mengambil langkah konkret untuk menciptakan yang aman dan ramah bagi anak-anak. Upaya tersebut dilakukan seiring tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak dan remaja, yang membutuhkan pengawasan serta kebijakan yang tepat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Pemkot Bandung telah memulai inisiatif tersebut melalui berbagai forum diskusi bersama pelaku . Salah satunya dengan mengikuti seminar besar yang melibatkan TikTok, sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan saat ini.

“Ruang digital ramah anak itu sudah kita mulai. Kemarin kami ikut seminar besar dengan TikTok sebagai platform yang banyak digunakan,” ujar Farhan, Rabu (24/12/2025).

Farhan Dorong Ruang Digital Remaja, Ruang Siber Harus Aman, Cerdas dan Produktif

Menurutnya, Pemkot Bandung kini tengah mencermati rencana pemerintah pusat terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak. Ia menilai, kebijakan tersebut perlu diterjemahkan secara teknis agar dapat diterapkan secara efektif di daerah.

“Kita sedang berusaha memastikan rencana pemerintah pusat untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak, teknisnya seperti apa,” katanya.

Farhan menegaskan, pembatasan atau larangan semata bukanlah solusi tunggal. Kebijakan yang diambil harus disertai langkah konkret yang memberi alternatif dan perlindungan nyata bagi anak-anak di ruang digital.

“Kita bisa saja mengeluarkan larangan, tapi larangan itu harus memberikan solusi,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Farhan, Pemkot Bandung masih mengolah konsep kebijakan tersebut bersama para pelaku platform media sosial digital. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang tidak hanya melindungi anak, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola konsumsi digital generasi muda.

“Mudah-mudahan konsep ini bisa menjadi wadah di tengah berkembang pesatnya teknologi,” pungkasnya

KoranMandala.com

Exit mobile version