ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Seorang lansia penderita stroke berusia 70 tahun di kawasan Arcamanik, Kota Bandung, nyaris meregang nyawa setelah terkurung di dalam kamar selama hampir satu jam. Ia terjatuh tepat di balik pintu kamar, dalam kondisi lemas dan tak berdaya, sementara keluarga hanya bisa mendengar sahutan lirih dari balik pintu yang tak bisa dibuka.
Detik-detik mencekam itu terjadi saat korban bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Tubuhnya yang sudah lemah akibat stroke membuatnya kehilangan keseimbangan. Ia jatuh tertelungkup di belakang pintu kamar, posisi yang justru mengunci dirinya sendiri dari dunia luar.
Komandan Regu 1 Peleton 2 UPT Damkar Wilayah Timur Kota Bandung, Asep Soeryana, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi sangat lemah saat petugas akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar.
ADVERTISEMENT
Sidang Praperadilan Erwin di PN Bandung Ditunda, Jaksa Tidak Hadir
“Korban ini memang penderita stroke. Sejak malam dia sendirian di rumah dan kondisinya sudah lemas. Paginya sempat ke kamar mandi, lalu rencananya mau ganti baju untuk berangkat ke rumah sakit. Tapi di situlah dia jatuh,” ujar Asep saat dikonfirmasi di Kantor UPT Damkar Wilayah Timur, Selasa (23/12/2025).
Kepanikan mulai menyelimuti keluarga ketika korban tak kunjung keluar kamar. Panggilan demi panggilan tak dijawab. Hanya terdengar suara lirih yang nyaris tak terdengar, seolah menjadi satu-satunya tanda bahwa korban masih hidup.
“Dipanggil-panggil hampir satu jam oleh saudaranya, ada sahutan, tapi dia tidak bisa bangun. Posisi terakhir tertelungkup dan jelas sangat lemas,” kata Asep.
Upaya keluarga untuk membuka pintu kamar berujung sia-sia. Tubuh korban yang terjatuh tepat di balik pintu membuat daun pintu tak bisa digerakkan sedikit pun. Waktu terus berjalan, sementara kondisi korban semakin mengkhawatirkan. Dalam kepanikan, keluarga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Setibanya di lokasi, petugas Damkar langsung melakukan penilaian situasi. Evakuasi tak bisa dilakukan secara kasar. Mendobrak pintu justru berisiko memperparah kondisi korban.
“Kita lihat dari jendela atas, anggota bisa melihat posisi korban tertelungkup tepat menghalangi pintu. Kalau dipaksa didobrak, benturan pintu bisa menyebabkan kondisi korban lebih fatal,” tutur Asep.
Setelah berpacu dengan waktu selama sekitar 15 menit, petugas akhirnya menemukan solusi. Mereka mencongkel jendela kamar untuk mengambil kunci yang masih tergantung di dalam. Dengan penuh kehati-hatian, pintu akhirnya berhasil dibuka tanpa merusak bangunan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






