KORANMANDALA.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mengerahkan ratusan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sebanyak 573 personel diterjunkan ke berbagai titik strategis guna memastikan Kota Bandung tetap aman, nyaman, dan kondusif.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan pengamanan difokuskan pada objek wisata, pusat keramaian, serta tempat-tempat ibadah. Sedikitnya 14 lokasi ibadah masuk dalam prioritas penjagaan selama rangkaian perayaan Nataru.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat. Pusat-pusat keramaian jelas menjadi prioritas utama, termasuk lokasi wisata dan tempat ibadah,” kata Bambang, Selasa (23/12/2025).
Mendekati Natal dan Tahun Baru, Bapanas Sebut Harga Beras Stabil
Selain melakukan penjagaan statis, Satpol PP juga menggencarkan patroli bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban, terutama menjelang dan saat malam pergantian tahun.
Menurutnya, Teras Cihampelas menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Lokasi tersebut dijaga selama 24 jam sesuai kebijakan pimpinan.
“Teras Cihampelas kita jaga penuh 24 jam. Personel sudah diploting di sana. Mudah-mudahan semuanya berjalan kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta mematuhi aturan yang berlaku demi terciptanya suasana aman di Kota Bandung.
Terkait perayaan malam tahun baru dan penggunaan kembang api, Bambang menegaskan aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Meski memahami euforia masyarakat, Satpol PP tetap mengimbau agar penggunaan kembang api tidak berlebihan dan tidak membahayakan.
“Pergantian tahun memang identik dengan kembang api, tapi yang paling penting adalah keselamatan. Jangan sampai euforia justru menimbulkan kegaduhan atau membahayakan diri sendiri dan orang lain,” ucapnya.
Pengamanan juga diperketat di sejumlah titik dan ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Titik-titik tersebut menjadi fokus karena berpotensi menimbulkan kepadatan dan keramaian.
Sementara itu, kawasan Alun-Alun Kota Bandung dipastikan mendapat pengamanan maksimal. Hal ini lantaran lokasi tersebut menjadi salah satu pusat keramaian sekaligus terdapat markas komando (mako) Satpol PP.
“Alun-alun menjadi pusat perhatian kami. Di sana ada Mako Satpol PP, jadi personel standby 24 jam untuk memastikan keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
