ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Di saat sebagian besar warga Kota Bandung masih terlelap, Hernawati (46) sudah bersiap memulai aktivitasnya. Perempuan asal Jatihandap, Kelurahan Mandalajati, ini setiap hari berangkat dari rumah sejak pukul 03.30 WIB demi menjalani pekerjaannya sebagai petugas penyapu jalan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.
Sudah lima tahun Hernawati bekerja sebagai pekerja harian lepas. Pekerjaan ini ia jalani dengan penuh tanggung jawab demi membantu perekonomian keluarga, meski sang suami juga bekerja.
“Sebelumnya saya kerja di rumahan sebagai asisten rumah tangga, rasanya kebutuhan ekonomi belum cukup. Jadi saya memilih ikut bekerja sebagai penyapu jalan,” kata Hernawati saat ditemui di jalan Wastukencana, Senin (22/12/2025).
ADVERTISEMENT
Petugas Kebersihan Keteteran, Farhan Bakal Tambah Petugas di Tiap RW
Setiap hari, Hernawati mulai bekerja pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB. Ia bertugas di kawasan Bandung Electronic Center (BEC), salah satu titik keramaian di pusat kota. Selama jam kerja, ia harus selalu siaga membersihkan berbagai jenis sampah, mulai dari daun-daun kering hingga sampah plastik, agar kawasan tersebut tetap bersih dan nyaman.
“Selama jam kerja saya harus stand by. Kalau ada sampah, langsung dibersihkan,” ungkapnya.
Menjalani pekerjaan di jalan raya tentu bukan tanpa risiko. Hernawati mengaku rasa takut kerap muncul, terutama saat berangkat kerja dini hari ketika kondisi jalanan masih sepi dan penerangan terbatas.
“Kadang ada rasa takut juga, apalagi berangkat masih subuh. Tapi mau bagaimana lagi, pekerjaan ini harus saya jalani,” ungkapnya.
Risiko lain datang dari lalu lintas yang padat. Ia dituntut selalu waspada terhadap kendaraan yang melintas.
“Kalau di jalan, kita harus ekstra hati-hati. Banyak motor dan mobil,” ucapnya.
Meski begitu, Hernawati juga merasakan sisi manis dari pekerjaannya. Ia kerap menerima perhatian dari warga yang melintas, mulai dari makanan, sembako, hingga uang sebagai bentuk kepedulian.
“Itu yang bikin senang. Kadang ada yang kasih makanan, sembako, atau uang. Alhamdulillah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






