ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Komisi Perempuan Gereja Pasundan Garut menggelar Perayaan Natal Perempuan di Gereja Pasundan Garut, Jalan Bratayuda, Kabupaten Garut, Minggu (21/12/2025). Perayaan ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Allah Menyelamatkan Keluarga”.
Pendeta Williams menjelaskan bahwa tema Natal tahun ini merupakan tema nasional yang digagas oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) bersama Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang membutuhkan penguatan nilai-nilai keluarga.
“Tema ini menegaskan kembali peran keluarga sebagai pusat pembentukan iman, terutama dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan rohani dan kebersamaan,” ujar Pendeta Williams.
ADVERTISEMENT
Gereja HKBP Cikampek Serahkan Hewan Kurban, Wujud Nyata Toleransi Antarumat
Perayaan Natal di Gereja Pasundan Garut dilaksanakan secara bertahap berdasarkan komunitas atau komisi jemaat, yang berlangsung sejak 17 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Natal Pemuda Remaja, Natal Pendidikan Anak, Natal Sekolah Minggu, Natal Perempuan, Natal Lansia, hingga perayaan Malam Natal, Hari Raya Natal, penutupan tahun, dan kebaktian awal tahun 2026.
Pendeta Williams menyebutkan bahwa Natal Sekolah Minggu menjadi perayaan dengan jumlah peserta terbanyak, mencapai sekitar 200 anak, belum termasuk orang tua yang mendampingi.
“Dalam gereja kami, komisi merupakan pengelompokan jemaat berdasarkan kategori tertentu, seperti usia, jenis kelamin, dan wilayah tempat tinggal. Setiap komisi memiliki perayaan Natal tersendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persiapan Natal Perempuan dilakukan secara variatif, mulai dari penampilan paduan suara, tarian, hingga drama. Persiapan setiap komisi berbeda, namun secara umum telah dimulai sejak November 2025.
Mayoritas jemaat Gereja Pasundan Garut berasal dari suku Batak. Hal ini, menurut Pendeta Williams, disebabkan banyaknya warga Batak yang merantau dan menetap di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Garut.
Dalam pesannya pada peringatan Natal Perempuan, Pendeta Williams mengajak seluruh jemaat untuk menghidupi makna damai Natal dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.
“Kiranya damai Natal menyertai seluruh umat Kristiani, khususnya di Kabupaten Garut dan Indonesia. Damai Natal ini hendaknya kita bagikan kepada sesama, menjunjung kebersamaan dalam perbedaan, serta menjadi pembawa pesan kasih dan damai bagi mereka yang membutuhkan,” tutupnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






