ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan produktif bagi generasi muda. Ia menilai platform digital memiliki manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya remaja, asalkan diiringi dengan literasi dan perlindungan yang memadai.
“Kami ingin memastikan platform digital benar-benar memberi manfaat. Pertama, membuat warga lebih cerdas, kedua meningkatkan kualitas, dan ketiga mendorong produktivitas,” kata Farhan.
Program #SalingJagaTunasBangsa merupakan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkodigi), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), serta TikTok Indonesia, dengan melibatkan berbagai komunitas nasional dan lokal.
ADVERTISEMENT
Menkominfo Tegaskan Akan Terus Berupaya untuk Berantas Judi Online: Kita Habisi dari Ruang Digital
Farhan menekankan, kemajuan teknologi digital harus dibarengi dengan perlindungan serius terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan remaja.
“Perlindungan anak harus menjadi prioritas. Perkembangan teknologi sering kali melaju lebih cepat dibanding regulasi, sehingga literasi dan pengawasan menjadi sangat penting,” katanya.
Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin masif. Menurut Farhan, AI seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai hiburan semata.
“AI bukan hanya soal membuat foto jadi lebih menarik. AI yang hebat adalah yang mampu membaca pola perilaku dan mengolah data besar untuk menciptakan manfaat nyata,” ujarnya.
Farhan menambahkan, literasi digital menjadi kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inovasi.
“Inovasi tidak selalu menciptakan hal baru, tetapi memberi nilai tambah pada sesuatu yang sudah ada,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan, Pemerintah Kota Bandung menghadirkan program Senandung Perdana, yang melibatkan keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta mitigasi risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan.
“Anak dan perempuan adalah kelompok rentan, bersama penyandang disabilitas dan lansia. Bahkan ada yang memiliki kerentanan ganda, seperti anak disabilitas atau perempuan lansia disabilitas,” jelas Farhan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






