ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Arus lalu lintas di sejumlah jalur utama Kabupaten Garut mulai meningkat pada hari pertama pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025, Sabtu (20/12/2025).
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di tiga titik.
Kasat Lantas Polres Garut IPTU Aang Andi Suhandi mengatakan, penerapan one way dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan, terutama pada jalur dengan volume lalu lintas tinggi.
ADVERTISEMENT
Berada di tim Sejak 2016, Pemain Lincah Ini Dikabarkan Akan Dipinjamkan Persib
“Rekayasa lalu lintas dilakukan karena terjadi peningkatan arus kendaraan, khususnya di jalur-jalur utama,” kata IPTU Aang Andi Suhandi.
One way pertama diberlakukan di Jalur Limbangan pada pukul 07.45 WIB hingga 08.05 WIB, dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Titik penyekatan berada di Polsek Limbangan dengan durasi 20 menit.
Selanjutnya, one way kedua diterapkan di Jalur Tarogong pada pukul 13.25 WIB hingga 13.55 WIB, dari arah Bandung menuju Garut. Titik penyekatan berada di Simpang Empat Jalan KH Anwar Musadad dengan durasi 30 menit.
One way ketiga dilakukan di Jalur Leles pada pukul 14.20 WIB hingga 14.55 WIB, dari arah Garut menuju Bandung. Titik penyekatan berada di Tutugan Bawah dengan durasi 35 menit.
Selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas, situasi arus kendaraan terpantau aman dan lancar. Polres Garut mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas serta mengutamakan keselamatan selama masa Operasi Lilin Lodaya 2025.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






