KORANMANDALA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mengingatkan kesiapsiagaan sejak awal November 2025 untuk mengantisipasi dampak musim hujan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Maret mendatang. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan kesiapsiagaan dini menjadi kunci agar aparat kewilayahan dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan langkah antisipatif.
“Kami sudah meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal November, imbauan juga telah kami sampaikan baik kepada masyarakat melalui media sosial maupun kepada aparat wilayah, agar bersiap menghadapi musim penghujan,” kata Amires, Kamis (18/12/2025).
Curah Hujan Tinggi, Gedebage Masuk Zona Siaga BPBD Pantau Banjir Selama 24 Jam
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca, puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Maret. Oleh karena itu, BPBD Kota Bandung terus memperkuat koordinasi untuk memastikan kesiapan di tingkat paling bawah.
“Peran aparat wilayah sangat penting karena mereka berada langsung di lapangan dan bersentuhan dengan masyarakat. Koordinasi ini menjadi kunci dalam penanganan cepat jika terjadi potensi bencana,” ucapnya
Selain penguatan koordinasi, BPBD Kota Bandung juga mengintensifkan penyebaran informasi dan peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan TikTok. Langkah ini dilakukan agar informasi dapat tersampaikan secara cepat, luas dan mudah dipahami.
“Media sosial kami manfaatkan tidak hanya sebagai sarana peringatan dini, tetapi juga untuk edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” jelasnya.
BPBD juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.
“Dengan kesiapsiagaan sejak dini serta keterlibatan seluruh pihak, kami berharap risiko dan dampak bencana selama musim penghujan dapat ditekan, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
