ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung mengaku kewalahan menghadapi tingginya permohonan pemangkasan dan penanganan pohon yang datang hampir setiap hari. Dengan keterbatasan sumber daya dan hanya mengandalkan empat tim lapangan, beban kerja kian berat, terutama saat terjadi pohon tumbang.
Kepala UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung, Roslina, mengungkapkan pihaknya menerima rata-rata tujuh surat permohonan pemangkasan pohon setiap hari. Pada kondisi tertentu, jumlah tersebut bahkan melonjak drastis.
“Rata-rata sekitar tujuh surat permohonan per hari. Kadang bisa lebih, bahkan pernah dalam satu hari mencapai 17 surat,” kata Roslina, Kamis (18/12/2025).
ADVERTISEMENT
Antisipasi Pohon Tumbang, DPKP Bandung Lakukan Pemangkasan Rutin Meski Cuaca Ekstrem
Jika diakumulasikan, jumlah permohonan pemangkasan pohon dalam satu bulan bisa melampaui 100 surat. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena penanganan satu pohon tidak bisa dilakukan secara instan.
“Untuk satu permohonan saja, prosesnya bisa lebih dari dua hari. Bukan hanya memangkas, tapi juga membersihkan, mengumpulkan ranting dan batang, sampai mengangkut sisa hasil pemangkasan,” jelasnya.
Dengan hanya empat tim yang harus menjangkau seluruh wilayah Kota Bandung, Roslina mengatakan pihaknya terpaksa menerapkan skala prioritas. Penanganan pohon tumbang yang berpotensi membahayakan keselamatan warga menjadi fokus utama.
“Dengan keterbatasan empat tim, tentu kami kewalahan. Apalagi kalau terjadi pohon tumbang, itu langsung menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain menangani permohonan warga, UPTD juga bertanggung jawab mengangkut sisa penanganan pohon tumbang yang sebelumnya ditangani oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan maupun aparat kewilayahan. Akibatnya, jadwal pemangkasan rutin dan permohonan lainnya kerap tertunda.
“Dampaknya antrean pemangkasan jadi mundur dan waktu tunggu masyarakat semakin panjang,” ungkapnya.
Kendala di lapangan tidak hanya soal keterbatasan personel. Faktor lain yang kerap menghambat adalah kendaraan yang terparkir di sekitar atau tepat di bawah pohon yang akan ditangani, terutama saat kondisi darurat.
“Kalau terjadi pohon tumbang, kami harus cepat bertindak. Tapi sering kesulitan mencari pemilik kendaraan yang terparkir di bawah atau dekat pohon,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






