ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di Kota Bandung masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Farhan menyampaikan, berdasarkan hasil peninjauan, rata-rata harga kebutuhan pokok masih berada di kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tergolong wajar. Sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam terpantau stabil dengan pasokan yang mencukupi.
“Sejauh ini saya melihat harga beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih baik. Suplai minyak goreng juga sangat bagus. Alhamdulillah,” kata Farhan.
ADVERTISEMENT
Bandung Masih Bergantung Pasokan Luar Daerah, Stabilitas Harga Pangan Jadi Sorotan Akhir Tahun
Ia mengaku terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, namun masih dalam batas yang dapat diperkirakan. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun.
Farhan juga memastikan, penyaluran bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang langsung bersumber dari penyuplai tidak mengganggu pasokan kebutuhan masyarakat di pasar tradisional.
“Artinya ada peningkatan volume suplai yang cukup baik. Hampir semua harga memang naik sedikit, tetapi masih dalam jangkauan yang bisa diperkirakan,” ucapnya .
Terkait potensi kenaikan harga ke depan, Farhan berharap kondisi cuaca ekstrem telah terlewati sehingga tidak mengganggu masa panen komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan sayuran.
“Sayuran sangat bergantung pada cuaca. Mudah-mudahan stok tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Bandung, Ashville Nusa Pananta, mengungkapkan stok beras di Kota Bandung saat ini relatif aman. Bulog Bandung memiliki cadangan sekitar 21.000 ton beras yang diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.
“Untuk minyak goreng, stoknya juga cukup banyak. Namun sebagian dialokasikan untuk bantuan sosial sampai akhir tahun,” jelas Ashville.
Di lokasi yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, Samiran, menjelaskan kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Berdasarkan pemantauan Relatif Harga (RH), harga cabai mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan harga normal.
“Cabai memang paling fluktuatif. Ketika harganya melampaui indeks tertentu, langsung kami pantau karena berpotensi mengalami kenaikan lanjutan,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny A. Nurudin. Menurutnya, kenaikan harga cabai, khususnya cabai rawit domba yang sempat mencapai Rp100.000 per kilogram, dipengaruhi oleh faktor cuaca.
“Komoditas lain masih dalam batas wajar. Harga telur ayam berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kilogram, daging ayam sekitar Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, dan harga beras relatif stabil,” jelas Ronny.
Ia menegaskan, pasokan kebutuhan pangan baik untuk pasar maupun program MBG tetap aman karena distribusi langsung dari penyuplai serta dukungan stok distributor yang mencukupi.
“Selama stok aman dan distribusi lancar, insyaallah harga tidak akan terlalu terpengaruh. Komoditas yang paling berpotensi fluktuatif tetap cabai,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






