ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Dalam rangka memperingati Milangkala ke-141 Raden Dewi Sartika, SD Dewi Sartika Bandung menggelar lomba mewarnai yang diikuti anak-anak taman kanak-kanak (TK) se-Kota Bandung, Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan untuk mengenang jasa besar Raden Dewi Sartika sebagai pelopor pendidikan perempuan di Indonesia.
Salah satu pengurus Yayasan Rakyat Dewi Sartika, Sukaesih, menjelaskan bahwa Yayasan Dewi Sartika didirikan sebagai wujud kecintaan terhadap nilai-nilai dan perjuangan pendidikan yang diwariskan oleh Raden Dewi Sartika.
ADVERTISEMENT
Nurtanio Pringgoadisurjo, Perintis Dirgantara Indonesia di Balik Nama Jalan Layang Baru di Bandung
“Kami mendirikan Yayasan Dewi Sartika karena rasa sayang terhadap pendidikan khas yang diperjuangkan beliau. Kami memiliki semangat yang sama untuk melanjutkan cita-citanya,” ujarnya.
Menurut Sukaesih, lomba mewarnai yang dikhususkan bagi anak-anak TK ini juga menjadi sarana memperkenalkan SD Dewi Sartika kepada masyarakat luas, khususnya para orang tua calon peserta didik.
“Tujuan kegiatan ini selain memperingati hari lahir Ibu Dewi Sartika, juga agar TK-TK di Kota Bandung mengenal keberadaan SD Dewi Sartika. Harapannya, anak-anak yang mengikuti lomba ini kelak bisa melanjutkan pendidikannya di SD Dewi Sartika,” jelasnya.
Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai sejarah sejak dini kepada generasi penerus. Sukaesih menilai, sosok Raden Dewi Sartika kini mulai terlupakan, padahal perjuangannya sangat besar dalam memajukan pendidikan perempuan.
“Beliau tidak melawan penjajah dengan senjata, tetapi dengan pensil. Beliau mengangkat derajat perempuan melalui pendidikan. Hingga kini perempuan bisa bersekolah, menjadi dokter, dan mengenyam pendidikan tinggi, itu tidak lepas dari jasa beliau,” tuturnya.
Yayasan berharap peringatan Milangkala Raden Dewi Sartika dapat terus dilaksanakan setiap tahun secara konsisten dan bermakna, agar nilai-nilai pendidikan yang diperjuangkan tetap hidup dan relevan, khususnya di Kota Bandung dan umumnya di seluruh Indonesia.
“Semoga pendidikan yang dirintis oleh Ibu Dewi Sartika terus bertahan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Nirlila (32), salah satu orang tua peserta, mengatakan keikutsertaan anaknya dalam lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana untuk melatih kepercayaan diri anak sejak dini.
“Alasannya untuk menaikkan kepercayaan diri anak, sekalian melatih supaya lebih berani,” ujarnya.
Nirlila menilai Raden Dewi Sartika merupakan pahlawan perempuan Indonesia yang memiliki peran besar dalam memperjuangkan hak dan pendidikan perempuan. Namun, menurutnya, sosok tersebut belum banyak dikenal oleh anak-anak dibandingkan tokoh perempuan lainnya.
“Sekarang ini kan sedang memperingati hari lahir Raden Dewi Sartika. Momen seperti ini penting supaya anak-anak juga tahu, bukan hanya mengenal Kartini saja,” katanya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






