Jumat, 27 Februari 2026 2:03

KORANMANDALA.COMWali Kota , Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya penyusunan kebijakan publik berbasis data akurat, menyusul temuan Badan Pusat Statistik () yang menunjukkan pola konsumsi warga Kota Bandung berada di posisi tertinggi secara nasional untuk sejumlah komoditas tertentu.

Farhan mengungkapkan, data BPS mencatat warga Bandung menjadi konsumen tertinggi air teh kemasan dan minuman bersoda di antara kota-kota besar di Indonesia.

Temuan tersebut, menurutnya, perlu ditindaklanjuti dengan kajian lebih mendalam, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan persoalan kesehatan masyarakat.

Kata BPS Kunjungan Wisatawan Mancanegara Meningkat

“Data BPS menunjukkan konsumsi air teh kemasan dan minuman soda di Bandung tertinggi se-Indonesia. Ini tentu perlu kita dalami, apakah ada kaitannya dengan tingkat diabetes di Kota Bandung. Semua itu harus diuji dengan data,” kata Farhan di The Papandayan Hotel, Senin (15/12/2025).

Selain itu, Bandung juga tercatat sebagai konsumen tertinggi untuk bubur ayam. Sementara untuk konsumsi siomay dan batagor, Kota Bandung berada di peringkat kedua secara nasional, di bawah Kota Serang.

Menurutnya, detail data konsumsi tersebut menjadi bukti konkret pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung dan BPS. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah dapat memperoleh data yang sangat rinci sebagai dasar perumusan kebijakan.

“Kerja sama dengan BPS membuat kita bisa sampai pada data yang sedetail ini. Inilah mengapa kebijakan Satu Data menjadi sangat penting,” ujarnya.

Farhan menegaskan, Pemerintah Kota Bandung tidak boleh hanya mengandalkan pengamatan visual atau persepsi semata dalam mengambil keputusan. Setiap kebijakan harus melalui proses verifikasi data, analisis, dan kemudian diterjemahkan menjadi langkah konkret yang terukur.

“Apa yang kita lihat secara kasat mata harus dikonfirmasi dengan data. Setelah itu, baru kita dorong menjadi sebuah kebijakan,” tegasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version