ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pembangunan Flyover Nurtanio di Kota Bandung kian mendekati garis akhir. Proyek strategis yang digadang-gadang mampu mengurai kemacetan di kawasan tersebut kini telah mencapai progres fisik 87,7 persen dan ditargetkan dapat digunakan secara penuh pada akhir Desember 2025.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan saat ini pengerjaan flyover tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing. Fokus pekerjaan meliputi pemasangan marka jalan serta lampu penerangan jalan umum (PJU). Setelah seluruh kelengkapan tersebut terpasang, uji coba lalu lintas akan segera dilakukan.
“Insyaallah uji coba jalannya setelah tanggal 25 Desember. Targetnya tanggal 31 sudah bisa digunakan secara penuh. Saat ini kami masih menunggu penyelesaian marka jalan dan lampu penerangan,” kata Farhan, Senin (15/12/2025).
ADVERTISEMENT
Flyover Nurtanio Siap Dibuka, Kado Tahun Baru bagi Warga Bandung
Selain menyelesaikan badan flyover, Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan penataan area di bawah jembatan yang selama ini digunakan sebagai lokasi proyek. Penataan kawasan tersebut akan dilakukan setelah seluruh peralatan dan material konstruksi dipindahkan dari lokasi.
“Bagian bawah flyover juga akan kami rapikan. Itu menjadi bagian dari pekerjaan Pemkot. Setelah seluruh perlengkapan proyek selesai dan diangkut, kami masuk ke tahap penataan wilayah,” katanya.
Farhan memastikan, proyek Flyover Nurtanio tidak terdampak kebijakan penghentian sementara sejumlah proyek infrastruktur yang mulai berlaku pada 15 Desember 2025. Menurutnya, kebijakan tersebut hanya berlaku bagi proyek galian dengan progres di bawah 50 persen, terutama untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan aktivitas masyarakat menjelang libur akhir tahun.
“Flyover Nurtanio ini sudah masuk tahap finishing. Kalau ikut dihentikan tentu sangat disayangkan. Apalagi kemarin Pak Menko AHY juga datang langsung dan meminta agar proyek ini segera dituntaskan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek-proyek yang dihentikan sementara umumnya berupa pekerjaan galian seperti drainase dan infrastruktur bawah tanah lainnya, yang berpotensi menimbulkan kemacetan selama periode Natal dan Tahun Baru.
”Yang kita berhentikan sementara adalah galian atau infrastruktur yang berpotensi menimbulkan kemacetan saat Nataru,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






