Kamis, 26 Februari 2026 15:30

KORANMANDALA.COM – Pembangunan Flyover Nurtanio di Kota Bandung memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada penghujung 2025. Proyek strategis nasional dengan nilai anggaran sekitar Rp62 miliar ini diproyeksikan menjadi hadiah Tahun Baru 2026 bagi masyarakat Bandung sekaligus solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan Andir dan sekitarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan jembatan layang sepanjang kurang lebih 550 meter tersebut dapat diselesaikan pada 31 Desember 2025 dan diupayakan sudah dapat difungsikan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (). Flyover Nurtanio dibangun untuk menghubungkan Jalan Abdurahman Saleh dengan Jalan L.M.U. Nurtanio (Garuda), melintasi perlintasan sebidang rel kereta api dekat Stasiun Andir.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan progres pembangunan saat ini telah mencapai 87,71 persen. Ia optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak terbaru.

AHY dan Wali Kota Bandung Tinjau Progres Flyover Nurtanio yang Sudah Capai 87,7 Persen

“Pembangunan Flyover Nurtanio menunjukkan kemajuan signifikan. Dengan panjang penanganan sekitar 550 meter, proyek ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025,” kata Roy.

Sebelumnya, proyek flyover ini sempat mengalami kendala dan terhenti. Pekerjaan yang dimulai pada Januari 2024 awalnya ditargetkan selesai pada November 2024. Namun, sejak akhir 2024, aktivitas konstruksi terhenti dan menyisakan struktur beton besar yang sempat menjadi sorotan warga karena memakan sebagian badan Jalan L.M.U. Nurtanio.

Kepastian kelanjutan proyek baru diperoleh setelah penandatanganan kontrak ulang pada pertengahan September 2025 yang melibatkan Kementerian PU dan Pemerintah Kota Bandung. Dalam kontrak baru tersebut, penyelesaian proyek ditetapkan selama 100 hari kerja hingga akhir tahun 2025. Sejak saat itu, pembangunan kembali dikebut dan kini menunjukkan progres yang signifikan.

Roy menjelaskan, Flyover Nurtanio dirancang untuk menghilangkan hambatan lalu lintas akibat perlintasan sebidang kereta api yang selama ini kerap menimbulkan antrean panjang. Tingginya frekuensi perjalanan kereta, termasuk KA Feeder Whoosh dengan headway sekitar 15 menit, menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut.

“Dengan beroperasinya flyover ini, waktu tempuh kendaraan dari dan menuju Jalan Abdurahman Saleh dan Jalan L.M.U. Nurtanio akan jauh lebih efisien. Mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar,” jelasnya.

Perkembangan proyek ini juga mendapat perhatian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia meninjau lokasi pembangunan Flyover Nurtanio pada Jumat, 12 Desember 2025, untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan dapat segera dioperasikan.

AHY menegaskan bahwa flyover tersebut memiliki peran strategis dalam mengurangi kemacetan akibat aktivitas buka-tutup perlintasan kereta api, baik KA Lokal Bandung Raya maupun KA Feeder Whoosh rute Padalarang–Bandung.

“Harapannya, setelah flyover ini berfungsi, kemacetan dapat terurai secara signifikan dan waktu tempuh perjalanan masyarakat berkurang. Penyelesaian proyek pada akhir 2025 ini diharapkan menjadi kado bagi warga Kota Bandung,” kata AHY.

KoranMandala.com

Exit mobile version