ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Kota Bandung terus menggeber pembenahan sistem drainase sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya intensitas hujan. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berbagai upaya dilakukan mulai dari normalisasi, revitalisasi, hingga pembangunan saluran drainase baru di sejumlah titik rawan genangan.
Langkah tersebut difokuskan untuk memastikan aliran air hujan dapat mengalir lancar, baik dari badan jalan maupun kawasan permukiman, sehingga risiko genangan dan banjir dapat ditekan.
Kepala DSDABM Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi, mengatakan drainase memegang peranan penting sebagai jalur limpasan air menuju sungai. Menurutnya, kapasitas dan fungsi drainase harus terus dijaga agar mampu menampung debit air saat hujan deras.
ADVERTISEMENT
“Drainase harus berfungsi optimal, menampung dan mengalirkan air dari jalan serta lingkungan sekitar hingga ke sungai,” kata Rizki.
Tertahan Enam Tahun, Coran STO Ganggu Drainase, Pemkot Bandung Turun Bersihkan Jalan Supratman
Ia menjelaskan, normalisasi dilakukan pada saluran yang menyempit akibat endapan lumpur dan sedimentasi. Sementara revitalisasi bertujuan meningkatkan kapasitas aliran, termasuk perbaikan konstruksi drainase. Bahkan, di beberapa wilayah, DSDABM membangun saluran baru untuk mengatasi titik-titik krusial.
“Tidak hanya normalisasi, kami juga melakukan revitalisasi dan membangun drainase baru agar aliran air semakin lancar,” katanya.
Rizki menambahkan, pemeliharaan drainase dilakukan secara rutin setiap hari. Petugas lapangan dikerahkan untuk membersihkan sampah dan lumpur yang berpotensi menyumbat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pembersihan sampah dan sedimentasi kami lakukan setiap hari sebagai upaya pencegahan,” ungkapnya.
Meski demikian, persoalan sampah masih menjadi tantangan utama. Volume sampah yang tinggi kerap membuat saluran kembali tersumbat dalam waktu singkat, meski telah dibersihkan.
“Sering kali saluran yang baru dibersihkan, dalam dua hari sudah penuh lagi oleh sampah,” tutur Rizki.
Kendati menghadapi keterbatasan tersebut, Pemkot Bandung memastikan upaya pemulihan drainase akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Rizki pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami sangat berharap warga tidak membuang sampah ke saluran air. Jika drainase bersih, aliran lancar dan genangan bisa kita cegah bersama,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






