Jumat, 27 Februari 2026 17:03

KORANMANDALA.COM – Wali Kota , Muhammad Farhan, menegaskan Kota Bandung saat ini memasuki periode rawan bencana, mulai dari longsor, banjir, kebakaran di kawasan permukiman padat, hingga potensi penumpukan sampah akibat gangguan ritasi pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Penegasan tersebut disampaikan Farhan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Penanggulangan Bencana yang digelar Pemerintah Kota Bandung bersama unsur TNI–Polri, BPBD, dan kewilayahan di Aula Mapolrestabes Bandung.

Farhan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan risiko bencana di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan utara, barat, hingga timur Kota Bandung.

Menilik Calon Lawan Persib Bandung di Babak 16 Besar ACL Two 2025/2026

“Yang paling mengkhawatirkan saat ini adalah potensi longsor. Kami sudah meninjau langsung lokasi-lokasi rawan, termasuk rumah-rumah warga dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Farhan.

Ia meminta jalur komunikasi dan pelaporan diperkuat mulai dari Polsek, Koramil, aparatur kewilayahan, hingga relawan kebencanaan. Hal itu penting agar potensi bencana bisa diantisipasi sejak dini.

“Jika ada ancaman longsor, segera laporkan. Kita akan langsung mengistirahatkan warga. Tidak boleh ada kejadian fatal yang terulang,” tegasnya.

Selain longsor, Farhan juga menyoroti tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk. Menurutnya, banyak rumah dihuni hingga delapan orang dalam satu bangunan, sehingga potensi korban jiwa sangat besar jika terjadi kebakaran.

“Kesiapsiagaan Polsek, Koramil, dan unsur kewilayahan menjadi kunci utama,” katanya.

Farhan mengungkapkan, kasus rumah roboh juga mengalami peningkatan signifikan, baik di kawasan bantaran sungai maupun permukiman biasa. Banyak bangunan tua yang sudah tidak layak huni, namun masih ditempati warga dengan kondisi sosial ekonomi rentan.

Ia pun menginstruksikan jajaran kewilayahan untuk menandai pohon-pohon yang berpotensi tumbang, termasuk pohon yang ditanam di pot beton sejak puluhan tahun lalu.

1 2

Koranmandala.com

Exit mobile version