ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Para karyawan Bandung Zoo menggelar penggalangan donasi terbuka di depan kawasan kebun binatang pada Jum’at , (12/122025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian para pekerja terhadap kebutuhan pakan satwa yang kini semakin kritis akibat berhentinya operasional dan tidak adanya pemasukan.
Ketua Serikat Pekerja Mandiri Derenten, Yaya Supaya, mengatakan kondisi persediaan pakan menipis dan benar-benar habis sehingga langkah penggalangan donasi ini perlu dilakukan.
“Kami mengadakan penggalangan donasi untuk pakan satwa, karena pakan untuk saat ini sudah habis,” kata Yaya.
ADVERTISEMENT
Karyawan Patungan Selamatkan Satwa, Bandung Zoo Bertahan di Tengah Penutupan 4 Bulan
Hal itu atas inisiatif dari karyawan yang melihat semakin mendesaknya kebutuhan pakan di lapangan, dan bentuk kepedulian terhadap para satwa. Sebelumnya penggalangan donasi pernah dilakukan melalui para vendor, dimana bantuan langsung.
Yaya menjelaskan stok pakan bahkan tidak mencukupi untuk kebutuhan harian. Biaya pakan satwa di Bandung Zoo mencapai sekitar Rp400 juta per bulan. Sebelumnya jumlah tersebut ditutupi dari pendapatan kunjungan wisatawan. Namun sejak kebun binatang ditutup, pendanaan bergantung sepenuhnya pada dana cadangan dan dukungan yayasan.
“Untuk stok pakan hari ini pun sudah kurang. Kita belum tahu untuk besok. Makanya kita mencoba untuk menggalang donasi secara terbuka. Dengan ditutupnya operasional, otomatis kita tidak ada pemasukan. Dana yang tersimpan itu hanya cukup empat bulan, dan sekarang sudah habis” jelasnya.
Yaya juga menambahkan yayasan sempat menutupi kebutuhan pakan hingga 10 Desember 2025. Namun kemampuan pendanaan tidak dapat dilanjutkan dengan adanya keterbatasan dari yayasan.
Selain mengandalkan donasi, para karyawan juga melakukan berbagai upaya swadaya untuk memenuhi kebutuhan dasar satwa. Beberapa di antara mereka memancing di kolam internal untuk menyediakan pakan ikan bagi burung-burung pemakan ikan, sementara yang lain menyabit rumput secara mandiri.
“Itu semua bentuk kepedulian karyawan terhadap satwa. Masa karyawan saja sudah sebegitu pedulinya, kenapa yang punya kebijakan seolah-olah diam melihat keadaan seperti ini,” ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan, para karyawan tetap berkomitmen merawat satwa yang ada. Mereka bahkan belum memikirkan kondisi kesejahteraan dan gaji mereka bulan depan.
“Yang dipedulikan karyawan sekarang satwanya dulu. Untuk karyawan sendiri belum terpikir apakah bulan depan masih dapat gaji atau tidak,” jelasnya.
Di tengah kondisi krisis ini, Yaya memastikan seluruh satwa masih dalam keadaan sehat.
“Sampai saat ini alhamdulillah sehat. Tidak ada yang mati,” ucapnya.
Meski begitu, kekhawatiran tetap ada mengingat minimnya stok pakan. Jika tidak segera tertangani, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan satwa dan menimbulkan kesalahpahaman karyawan lalai menjalankan tugas.
Para karyawan berharap pemerintah maupun pihak terkait membuka kembali operasional Bandung Zoo dengan pengawasan ketat, agar keberlangsungan satwa dapat terus terjaga.
“Harapannya ini dibuka untuk kepentingan operasional. Kalau hukum mau berjalan silakan, kami siap diawasi. Yang penting satwa di sini tetap terjaga,” tutup yaya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






