Kamis, 26 Februari 2026 15:30

KORANMANDALA.COMSebuah video siaran langsung di media sosial kembali memicu kemarahan publik. Rekaman itu memperlihatkan seorang pemuda yang dengan sengaja melontarkan hinaan bernada rasis dan provokatif terhadap suku Sunda serta kelompok suporter Persib . Ucapan kasar dan bermuatan kebencian tersebut langsung memantik amarah masyarakat.

Dalam video yang berdurasi singkat itu, pelaku tanpa ragu menghina pendukung Persib Viking dan bahkan menyeret identitas kesukuan. Ia menyebutkan kalimat seperti “Viking anjing, Persib Bandung anjing,” hingga penghinaan berat terhadap suku Sunda.

Hanya dalam hitungan jam, potongan video tersebut beredar luas, memicu reaksi keras dari warganet. Gelombang kecaman pun membanjiri lini masa, menuntut aparat segera mengambil tindakan.

Wagub Jabar Erwan Setiawan Tegaskan Stunting Masalah Serius yang Harus Ditangani Bersama

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya. Ia menegaskan ucapan dalam video tersebut bukan hanya penghinaan biasa, tetapi sudah masuk kategori yang mengancam kerukunan masyarakat.

“Saya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan sangat marah. Ini sudah SARA dan bisa memecah belah bangsa. Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut,” tegas Erwan, Kamis (11/12/2025).

Erwan menyebut tindakan pelaku sangat berbahaya karena dapat memicu konflik horizontal, terlebih di tengah tingginya sensitivitas identitas suku dan kelompok suporter di Jawa Barat.

Meski marah, Erwan meminta warga Sunda dan bobotoh untuk tetap bijak dalam menyikapi peristiwa tersebut. Ia menegaskan kebencian itu datang dari satu oknum dan tidak mewakili siapa pun.

“Jangan dendam kepada sukunya, karena tidak semua sama. Fokus pada oknum tersebut,” ucapnya.

Erwan meyakini aparat kepolisian akan bertindak cepat menindak pelaku agar memberikan efek jera dan mencegah aksi serupa di masa mendatang.

“Kita saling menghormati sebagai sesama warga NKRI. Tidak boleh ada yang merasa bebas menghina Sunda, Jawa, Batak, atau suku lainnya,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version