ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, buka suara soal Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung Rendiana Awangga yang ikut terseret dalam pusaran kasus penyalahgunaan wewenang.
Meski hubungan keduanya dikenal dekat dalam aktivitas politik, Farhan menegaskan bahwa persoalan yang menimpa sang ketua adalah ranah pribadi dan sepenuhnya berada dalam pengawasan partai serta aparat penegak hukum.
“Kalau itu sebetulnya lebih bersifat pribadi. Saya sudah berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem yang menyatakan bahwa partai bersama badan hukumnya akan mengawasi perkembangan kasus dengan saksama dan menghormati proses hukum,” kata Farhan saat ditemui di Pendopo Wali Kota, Kamis (11/12/2025).
ADVERTISEMENT
Ditanya soal kedekatan kerja yang selama ini terbangun, Farhan tidak menampik bahwa sang ketua selalu mendampinginya dalam berbagai kegiatan. Namun ia menegaskan bahwa kedekatan personal tidak dapat mengintervensi jalannya hukum.
“Ya, ini kan yang namanya teman seperjuangan. Tapi ketika teman seperjuangan mengalami masalah hukum, kita berharap proses itu bisa diikuti bersama-sama dengan baik,” ucap Farhan.
Ia menambahkan bahwa dinamika politik dan pemerintahan tidak bisa berhenti hanya karena ada individu yang tersangkut masalah.
“Bagaimanapun juga, ketika kita harus menjalankan tugas, kemudian saya harus berhenti, kami tetap harus berjalan terus,” jelasnya
Farhan menekankan partai adalah sebuah mesin organisasi besar yang tidak bergantung pada satu figur saja. Struktur partai tetap bekerja, dan kemitraan politik tetap berlangsung meski ada badai yang menerpa.
“Partai adalah mesin organisasi besar yang punya struktur lain yang bisa bergerak bersama. Jadi saya sekarang tetap bermitra dalam hal politik dengan partai yang sama,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






