KORANMANDALA.COM – Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Asep Supriadi memastikan aktivitas di Terminal Cicaheum tetap berjalan normal dan kondusif di tengah mencuatnya penolakan warga terhadap rencana relokasi armada ke Terminal Leuwipanjang
Menurutnya, aspirasi penolakan yang disampaikan warga merupakan bentuk ungkapan pendapat yang wajar. Sejumlah spanduk memang dipasang di area terminal, namun situasi secara umum tetap terkendali.
“Aspirasi warga di Terminal Cicaheum ini menolah pemindahan armada dari Cicaheum ke Leuwipanjang. Tapi itu hanya penyampaian aspirasi. Aktivitas terminal tetap aman, beroperasi seperti biasa dan melayani masyarakat seperti biasanya,” kata Asep di Terminal Cicaheum, Rabu (10/12/2025).
Asep menegaskan, isu yang beredar mengenai penutupan Terminal Cicaheum tidak benar. Ia menjelaskan, rencana pemerintah lebih mengarah pada peralihan fungsi terminal sebagai depo Bus Rapid Transit (BRT) bukan penhentian layanan.
“Ini bukan penutupan, tapi peralihan moda transportasi. Dari yang sebelumnya melayani AKAP dan AKDP, nantinya akan lebih fokus ke pelayanan dalam kota,” ungkapnya.
Namun, hingga kini pihak terminal belum menerima sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana tersebut. Informasi yang berkembang justru lebih dulu muncul di media sosial dan warga kemudian mempertanyakannya kepada pihak pengelola terminal.
“Dari medsos mereka bertanya ke kami padahal kami juga belum menerima sosialisasi apapun terkait BRT,” jelasnya.
Selain itu, Asep menambahkan berdasarkan informasi sementara, implementasi awal BRT direncanakan pada akhir 2025 atau awal 2026, meskipun jadwal tersebut masih bisa berubah.
Menurutnya, alasan utama penolakan warga adalah kekhawatiran terhadap keberlanjutan ekonomi mereka.
Banyak pedagang, pengemudi dan pengurus terminal yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup di Terminal Cicaheum, sehingga potensi relokasi menimbulkan kecemasan, terlebih mendekati akhir tahun dan persiapan Idul Fitri.
“Mereka takut kehilangan mata pencaharian, itu hal utama yang mereka sampaikan,” jelasnya.
Meski begitu, kondisi terminal tetap stabil penumpang masih datang seperti biasa dan tidak ada gangguan operasional.
