ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Polda Sumbar menggelar pemakaman massal untuk 24 jenazah korban banjir dan tanah longsor yang hingga kini belum berhasil diidentifikasi. Pemakaman ini menjadi langkah terakhir setelah seluruh proses identifikasi dan pencarian keluarga tidak membuahkan hasil.
Seluruh jenazah sebelumnya ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, mulai dari pemeriksaan medis hingga penyelenggaraan jenazah. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan shalat jenazah dan pemakaman di kawasan Bungus, Kecamatan Bungus Teluk Kabung.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menjelaskan pemakaman massal dilakukan setelah tim gabungan memastikan tidak ada lagi data pendukung untuk mengenali para korban.
ADVERTISEMENT
“Penyelenggaraan jenazah dilakukan sebagai langkah terakhir setelah upaya identifikasi tidak membuahkan hasil. Pemerintah dan Polda Sumbar melakukan penanganan di RS Bhayangkara Padang sebelum pemakaman massal,” kata Arry, Rabu (10/11/2025).
Bus Rombongan dari Jakarta Alami Kecelakaan di Toba Sumatera Utara
Ia menambahkan 24 jenazah dishalatkan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sekitar pukul 12.30 WIB, kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus bencana di Bungus.
“Setelah dishalatkan, seluruh jenazah langsung dimakamkan secara massal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Al Amin, mengatakan seluruh persiapan shalat jenazah telah rampung. Prosesi shalat dipimpin Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, sementara doa dipimpin Imam Besar Masjid Raya, Rahimul Amin.
“Shalat jenazah akan dihadiri Forkopimda, ASN, jajaran kepolisian, serta masyarakat umum. Ini bentuk penghormatan terakhir bagi korban yang tidak memiliki keluarga atau identitas,” ungkap Al Amin.
Sedangkan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah, mengatakan seluruh korban yang dimakamkan adalah jenazah tanpa identitas dan tanpa keluarga yang bisa dihubungi. Proses identifikasi oleh tim gabungan DVI Polri, DVI Polda, BPBD dan instansi terkait tidak menemukan kecocokan data apa pun.
“Keputusan pemakaman massal diambil setelah rapat gabungan. Seluruh teknis pemakaman dan pembiayaan menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Sumbar,” jelasnya.
Banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat pekan lalu menimbulkan puluhan korban jiwa serta kerusakan luas pada permukiman. Material longsor yang tebal dan hujan deras menyebabkan proses evakuasi berlangsung sangat sulit, membuat sebagian korban tidak lagi dapat dikenali.
Pemprov Sumbar dan Polda Sumbar memastikan seluruh proses pemakaman dilakukan sesuai syariat Islam dan standar kemanusiaan, serta tetap membuka ruang bagi keluarga yang suatu saat datang mencari keberadaan anggota keluarganya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






