ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Perwakilan Pengurus Terminal Cicaheum, Tisna Somantri atau Roni, kembali menegaskan pihaknya bukan menolak perubahan, tetapi menuntut kejelasan, sosialisasi dan perlakuan yang adil sebagai warga negara.
Roni menjelaskan para pengemudi pada dasarnya akan mengikuti arahan pengurus dan tidak akan bersikap egois. Namun, tanpa sosialisasi yang jelas dan komprehensif, pemindahan justru dikhawatirkan memunculkan masalah baru, baik bagi pelaku usaha maupun warga sekitar terminal.
“Pengemudi ikut arahan kami. Kami tidak egois. Yang penting ada sosialisasi yang benar-benar matang. Kami siap ditanya, kami siap membela diri sebagai warga negara yang punya hak berpendapat,” kata Roni saat ditemui di Terminal Cicaheum, Rabu (10/12/2025).
ADVERTISEMENT
Pengurus Cicaheum Menolak Tegas, Pemindahan Armada Dinilai Ancam Nasib Pekerja Terminal
Menurutnya, apabila pemindahan benar terjadi, pemerintah harus memastikan relokasi tidak menimbulkan persoalan baru. Tanpa kepastian, dikhawatirkan perpindahan hanya akan memindahkan masalah dari satu lokasi ke lokasi lain.
“Relokasikan kami dengan jelas. Jangan sampai pindah tapi justru berhadapan dengan masalah baru. Mudah-mudahan ini hanya isu dan tidak ada pemindahan yang benar-benar diputuskan,” tegasnya.
Roni menilai Terminal Cicaheum masih kondusif dan layak dipertahankan sebagai salah satu ikon transportasi Kota Bandung. Ia menyebut kondisi terminal saat ini telah tertata dan tidak menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat sekitar.
“Terminal ini ikon Kota Bandung, terminal legend. Jangan sampai dihilangkan hanya demi memenuhi kepentingan segelintir pihak. Kalau dibiarkan apa adanya, di sini aman dan kondusif,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pihaknya terbuka untuk berdialog dengan pemerintah maupun pihak terkait lainnya. Semua perwakilan PO bus, pengemudi dan unsur komunitas siap mengikuti proses komunikasi yang diperlukan.
“Tolong atur dengan bijak, kami rakyat hanya menunggu. Jangan sampai hal kecil dibuat besar. Perwakilan dari semua PO bus siap bersosialisasi, siap diajak bicara. Perlakukan kami sebagai warga Indonesia yang baik, kami siap mengikuti sosialisasi kapan pun dan di mana pun,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah tidak gegabah dalam menanggapi isu pemindahan terminal yang menurutnya masih abu-abu. Baginya, yang paling penting adalah kepastian, dialog terbuka, dan keputusan yang tidak mengorbankan masyarakat terminal.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






