ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Status darurat bencana di Jawa Barat menuntut pemerintah bergerak cepat memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi cadangan beras ke wilayah terdampak.
Pakar ekonomi dan peneliti kebijakan publik, Acuviarta Kartabi (53), menegaskan saat dihubungi Rabu (10/12/2025), bahwa stok beras Jabar dalam kondisi aman dan dapat segera digelontorkan berkat kebijakan extraordinary yang melekat pada situasi darurat.
“Cadangan beras di Jawa Barat sangat cukup. Distribusinya bisa dipercepat lewat jalur normal maupun mekanisme darurat melalui BNPB, pemerintah daerah, hingga kelompok masyarakat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Acuviarta mengingatkan bahwa kecepatan distribusi lebih penting daripada urusan teknis pendanaan. Pemerintah daerah memiliki Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang dapat langsung digunakan. Selain itu, CSR perusahaan dan dana sosial Baznas dapat menjadi sumber tambahan untuk memperkuat suplai pangan di lapangan.
Terkait tata kelola cadangan pangan, ia menilai daerah idealnya memiliki gudang pangan sendiri, sebagai cadangan selain yang dikelola Bulog. Ia mencontohkan Purwakarta yang memiliki program beras parelek di tingkat RT/RW, sebagai bukti ketahanan pangan bisa tumbuh dari inisiatif masyarakat.
“Selama jalur transportasi menuju lokasi bencana tidak terputus, distribusi cadangan beras bisa dilakukan dengan cepat,” tegasnya.
Acuviarta merekomendasikan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur penyimpanan pangan sendiri, khususnya bagi daerah yang bukan sentra produksi beras. Kolaborasi distribusi dengan pelaku usaha juga perlu diperluas, termasuk penguatan program cadangan pangan berbasis komunitas.
“Tidak cukup hanya memantau neraca pangan. Pemerintah harus memiliki gudang sendiri dan memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan. Ketahanan pangan lokal harus diperkuat agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






