Jumat, 27 Februari 2026 12:17

KORANMANDALA.COM – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga cabai rawit merah di Kota mengalami lonjakan tajam hingga menembus Rp100.000 per kilogram. Kenaikan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir ini membuat pedagang dan konsumen sama-sama kelimpungan.

Eli (61), pedagang di , mengungkapkan kenaikan terjadi cukup cepat. Dalam beberapa hari, harga cabai rawit merah yang semula Rp60.000 per kilogram melonjak menjadi Rp80.000, kemudian naik lagi hingga menyentuh Rp100.000.

“Kemarin masih Rp80.000, empat hari ke belakang naik lagi jadi Rp100.000. Sudah empat hari ini bertahan di harga segitu,” kata Eli saat ditemui di Pasar Kosambi, Rabu (10/12/2025).

Harga Cabai Rawit Merah Turun

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu membuat pasokan cabai ikut tersendat sehingga mendorong harga terus naik. Ia memperkirakan tren kenaikan belum akan berhenti, mengingat permintaan cabai biasanya meningkat menjelang natal dan tahun baru.

“Musim hujan bikin pasokan berkurang. Kalau cuaca seperti ini, biasanya harga naik lagi. Apalagi menjelang natal permintaan pasti meningkat,” ujarnya.

Lonjakan harga ini membuat pedagang merugi karena harus mengeluarkan modal lebih besar, sementara daya beli masyarakat justru menurun. Banyak pembeli kini mengurangi jumlah belanja cabai mereka.

“Biasanya beli satu ons, sekarang setengah ons. Yang biasa beli sekilo jadi setengah kilo. Pendapatan memang berkurang,” keluh Eli.

Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas hortikultura lainnya turut mengalami kenaikan, di antaranya:

• Tomat: dari Rp12.000 menjadi Rp15.000/kg

• Sawi hijau: dari Rp8.000 menjadi Rp12.000/kg

• Sawi putih: dari Rp8.000 menjadi Rp10.000/kg

• Pakcoy: dari Rp12.000 menjadi Rp14.000/kg

1 2

KoranMandala.com

Exit mobile version