ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul masuknya Kota Bandung ke periode hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mohon wisatawan punya kesadaran bersama, terutama soal kebersihan. Jangan meninggalkan sampah sembarangan. Bagi yang berwisata alam, perhatikan kondisi cuaca dan jangan memaksakan diri,” kata Farhan
Farhan menyebut sejumlah titik wisata yang berpotensi berbahaya saat cuaca ekstrem, seperti kawasan aliran sungai, Taman Hutan Raya, serta jalur wisata air di sekitar Cika-cika.
ADVERTISEMENT
Hadapi Nataru, Pemkot Bandung Siaga Penuh dan Patuhi Instruksi Mendagri
Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir telah memicu banjir dan longsor di beberapa wilayah di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung, kata Farhan, telah melakukan evakuasi dan relokasi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.
“Relokasinya bersifat sementara. Mereka belum bisa langsung dipindahkan ke Rusun Rancacili karena jaraknya jauh dan dikhawatirkan mengganggu kegiatan sekolah anak-anak,” jelasnya.
Skema relokasi sementara saat ini memanfaatkan rumah kontrakan yang dibiayai oleh para dermawan, bukan APBD.
Farhan juga menegaskan bahwa sebagian besar bangunan di bantaran sungai tidak memiliki IMB atau PBG, meski secara hukum kepemilikan aset di area tersebut masih dimungkinkan.
“Yang dilarang itu pemerintah mengeluarkan IMB atau PBG untuk kawasan bantaran sungai. Itu berbeda dengan status kepemilikannya,” ujarnya.
Untuk memperkuat mitigasi bencana, Pemkot Bandung memberlakukan moratorium penerbitan izin pembangunan kawasan pemukiman baru hingga situasi cuaca lebih stabil.
“Izin pemukiman baru akan kami hentikan sementara. Proyek yang izinnya sudah terbit tetap berjalan,” ucapnya
Ia menambahkan, kebijakan ini merujuk pada dua dokumen penting yaitu Surat Edaran Gubernur Jawa Barat mengenai pembangunan, serta larangan perjalanan luar negeri bagi ASN hingga kondisi kembali normal.
Sementara itu, terkait bencana di Aceh dan Sumatera Barat, Farhan memastikan bantuan dari warga Bandung telah terkumpul melalui kerja sama Pemkot Bandung dan Bank BJB.
“Total bantuan mencapai Rp2 miliar. Saat ini proposal penyalurannya sedang disiapkan melalui Forum Bandung Sehat. Distribusinya akan dilakukan lewat Apeksi agar sesuai dengan kebutuhan daerah terdampak,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






