Kamis, 26 Februari 2026 22:09

KORANMANDALA.COM –  Pemerintah Kota () melakukan pemangkasan sejumlah pohon di sepanjang Jalan Supratman dan Jalan L.L.R.E Martadinata (Riau), Senin (8/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi pohon tumbang sekaligus memaksimalkan pencahayaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini terhalang rimbunan daun.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turun langsung memantau kegiatan tersebut. Ia menegaskan pemangkasan merupakan bagian dari program mitigasi bencana serta peningkatan kualitas infrastruktur kota, terutama pada titik-titik jalan yang terhalang tajuk pohon lebat dan rentan terdampak cuaca ekstrem.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Riswandi, menyebut pekerjaan ini merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan sudah direncanakan sejak awal masa jabatan Wali Kota.

“Sejak awal Pak Wali menjabat sudah meminta kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan DPKP untuk trimming karena banyak pohon menutupi lampu. Ini juga bagian dari mitigasi pohon roboh. Belakangan intensitas pohon tumbang meningkat, jadi harus dikurangi bebannya,” kata Didi Ruswandi.

Bandung Luncurkan KTP Pohon: Cara Baru Mengenali dan Menjaga Pohon di Kota

Ruas Jalan Supratman dan Riau menjadi lokasi pertama sesuai hasil rapat koordinasi. Laporan masyarakat juga menjadi acuan bagi lokasi berikutnya.

“Ini bertahap. Nanti DPKP dan Dishub mengidentifikasi mana pohon yang perlu perawatan dan mana yang menghalangi visibilitas PJU atau lampu lalu lintas,” ucapnya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem, khususnya warga di kawasan rawan banjir agar memiliki rencana evakuasi yang jelas.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menegaskan pemangkasan bukan hanya soal estetika, tetapi keselamatan pengguna jalan.

“Banyak PJU terhalang pohon besar dan tinggi. Setelah dipangkas, jalan jauh lebih terang dan aman bagi pengendara,” ujarnya.

Pemangkasan juga diyakini dapat mencegah bahaya ranting patah akibat angin kencang. Dishub sendiri menangani perbaikan PJU setiap hari melalui tiga shift di dua wilayah besar, untuk memastikan laporan masyarakat dapat ditindak cepat. Selain itu, kegiatan ini akan terus berlanjut secara rutin dan bukan sekadar aksi seremonial.

“Ini bukan kegiatan simbolis. Ke depan akan terus dilakukan secara berkala,” tegas Rasdian.

KoranMandala.com

Exit mobile version