KORANMANDALA.COM – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai memasuki masa sibuk. Peningkatan pergerakan penumpang, potensi cuaca ekstrem, serta kebutuhan layanan penerbangan yang lebih intens membuat pengelola bandara mengambil langkah antisipatif sejak awal Desember.
General Manager Angkasa Pura Bandara Husein, Indra Crisna Seputra, menegaskan bahwa keselamatan dan kelancaran operasional menjadi prioritas utama. Menurutnya, informasi dari BMKG dan otoritas penerbangan menyebut kondisi cuaca pada periode Nataru berpotensi tidak bersahabat. Hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, hingga potensi genangan air di beberapa titik area bandara menjadi perhatian serius.
“Kami mendapat peringatan bahwa cuaca saat ini sedang tidak baik. Karena itu kami memperkuat semua aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Indra di Bandara Huseinsastranegara, Senin (8/12/2025).
Dari Andir ke Husein: Sebuah Kisah Heroik Terukir di Langit Bandung
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pembersihan rubber deposit pada landasan pacu. Rubber deposit merupakan sisa karet dari ban pesawat yang dapat memengaruhi gesekan roda saat proses landing maupun take off. Jika dibiarkan, kondisi itu dapat mengurangi standar keselamatan. Pembersihan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh agar runway tetap memiliki daya cengkeram optimal, terutama di tengah kondisi hujan.
Tak hanya di permukaan runway, tim teknis bandara juga melakukan pemeriksaan intensif terhadap sistem drainase dan gorong-gorong. Area CCU menjadi salah satu titik yang diawasi secara ketat mengingat wilayah tersebut pernah mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.
“Kami memastikan gorong-gorong tidak mampet sehingga tidak terjadi banjir di area CCU. Ini pekerjaan rutin, tapi kini intensitasnya ditambah,” ucapnya.
Selain itu, fasilitas bandara seperti sistem navigasi penerbangan, penerangan runway (runway lighting), apron, hingga fasilitas terminal penumpang juga dicek berkala. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan semua perangkat siap menghadapi potensi lonjakan pergerakan pesawat dan penumpang.
Sebagai penguatan layanan publik, Posko Nataru akan didirikan mulai 18 Desember. Posko ini berfungsi sebagai sentral informasi, pusat monitoring arus penumpang, hingga koordinasi penanganan situasi kedaruratan. Petugas dari berbagai unit baik Angkasa Pura, maskapai, maupun pihak keamanan bandara akan ditempatkan secara terpadu.
“Posko Nataru akan menjadi hub koordinasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap dinamika di lapangan bisa cepat direspons,” ungkapnya.
Jam operasional Bandara Husein masih berada pada rentang pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun fleksibilitas tetap dibuka apabila maskapai membutuhkan tambahan waktu operasional.
“Jika ada permintaan perpanjangan jam operasional, terutama bila Wings Air menambah extra flight, kami siap melayani dengan SDM yang ada,” tegasnya.
Pada periode Nataru, trafik penerbangan biasanya meningkat signifikan, terutama di rute-rute favorit seperti Bandung–Jakarta, Bandung–Jogja, Bandung–Solo, hingga koneksi Semarang–Denpasar melalui maskapai Wings Air. Oleh karena itu, keberadaan Posko Nataru dan penguatan fasilitas teknis menjadi elemen penting untuk menjaga kelancaran arus mudik dan liburan masyarakat.
Dengan seluruh langkah antisipatif tersebut, Bandara Husein berharap pelayanan dapat tetap optimal dan penumpang merasa aman selama periode libur akhir tahun.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa bepergian dengan nyaman, tanpa mengabaikan standar keselamatan,” pungkasnya.
