ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Kedai Lontong Medan Ka’ Zahra di kawasan Bandung menjadi sorotan setelah aksi solidaritasnya menggratiskan makanan bagi mahasiswa asal Sumatera yang keluarganya terdampak bencana.
Pemilik kedai, Tagor Lubis (60), mengatakan program ini berawal dari rasa empati terhadap kondisi warga di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara yang mengalami musibah.
Tagor menuturkan, langkah tersebut muncul secara spontan setelah mendengar cerita beberapa mahasiswa yang kesulitan menghubungi keluarga mereka di kampung halaman.
ADVERTISEMENT
“Sebetulnya sederhana dan spontan saja. Kita melihat ada saudara-saudara kita di Sumatera yang terkena bencana. Ada yang di Padang, di Aceh. Sebagian kondisinya cukup parah,” ujarnya saat ditemui, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, sebagian mahasiswa yang datang bercerita bahwa koneksi dengan keluarga terputus. Mendengar hal itu, Tagor tergerak memberikan bantuan berupa makanan gratis tanpa syarat. Gagasan ini pertama kali disampaikan oleh anaknya dan langsung ia realisasikan dengan membuat banner.
Di hari pertama banner dipasang, empat mahasiswa datang memanfaatkan fasilitas tersebut. Hingga kini, jumlah penerima manfaat terus bertambah setiap harinya.
“Saya tidak menghitung. Mereka datang satu-satu, kadang dua orang. Terkadang empat orang,” katanya.
Tagor memastikan semua menu dapat dipilih bebas, mulai dari soto, lontong, Sop Medan hingga makanan lain yang tersedia.
Ia juga menghindari menanyakan detail identitas atau kondisi keluarga mereka untuk menjaga perasaan para mahasiswa.
“Datang bilang saja kami mahasiswa terdampak kami langsung tanpa panjang lebar kami langsung layani,” ucapnya.
Program ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sejak viral di media sosial, Sebagian memberikan donasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Beberapa pemasok bahan baku bahkan ikut memberikan bantuan.
“Ada yang bilang tagihan saya dikurangi dua juta. Ada tukang tempe sampai meneteskan air mata ketika melihat banner , bilang tidak usah dibayar dulu pa, saya ikut menyumbangkan. kata Tagor.
Inisiatif yang dimulai sejak Kamis pekan lalu itu rencananya akan terus berlanjut selama mahasiswa terdampak masih membutuhkan.
“Harapannya badai ini segera berlalu. Semoga keluarga mereka di Sumatera bisa kembali pulih, dan anak-anak yang kuliah di Bandung bisa fokus lagi,” ujar Tagor.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






