ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, M. Maulana Yusuf Erwinsyah, angkat bicara mengenai rencana pengosongan lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Arcamanik yang saat ini masih ditempati pedagang tanaman hias. Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait sebelumnya menyatakan bahwa lahan yang akan digunakan merupakan aset Disdik dan Dispora Jabar, yang dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pendidikan pada tahun anggaran 2026.
Maulana Yusuf menjelaskan pembangunan sekolah di Arcamanik sudah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026.
ADVERTISEMENT
“Di Arcamanik itu ada aset milik provinsi yang akan dibangun dua sekolah sebetulnya. Yang pertama adalah SMA dan yang kedua adalah SLB,” kata Maulana Yusuf saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (8/12/2025).
Anies Ajak Kembalikan Pembangunan sebagai Gerakan, Republik Ini Lahir dari Rasa Memiliki Bersama
Ia menambahkan Arcamanik merupakan salah satu dari 127 kecamatan di Jawa Barat yang hingga kini belum memiliki sekolah negeri jenjang SMA maupun SMK. Karena itu, DPRD menilai pembangunan USB sebagai kebutuhan mendesak.
“Saya cukup mendukung untuk pembangunan sekolah baru, terutama sekolah negeri yang belum dimiliki kecamatan-kecamatan tertentu, termasuk kecamatan Arcamanik,” katanya.
Terkait polemik ketiadaan uang kerahiman bagi para pedagang yang diminta angkat kaki dari area tersebut, Maulana Yusuf menilai pemberian uang pengganti bukan merupakan kewajiban pemerintah.
“Tempat itu awalnya tidak dipersilahkan untuk umum, tapi kemudian ada masyarakat yang menempati. Saya pikir itu adalah konsekuensi,” jelasnya.
Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan pemerintah memberikan kebijakan tambahan.
“Kalau pada akhirnya pemerintah mau memberikan uang kerahiman untuk pemindahan mereka, itu lebih baik,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






