ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM – Banjir yang kembali merendam wilayah Andir, Kecamatan Baleendah, tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memukul roda ekonomi pelaku usaha kecil. Salah satunya dialami Sansan, pelaku usaha pembuatan ducting blower dan sistem tata udara yang beroperasi di RT 01 RW 09.
Usaha kecil yang biasanya memproduksi dan memasang ducting untuk berbagai proyek ini terpaksa berhenti total sejak banjir melanda pada Jumat malam.
“Pas pulang, sini banjir. Akhirnya barang-barang disimpan dulu di rumah saudara,” kata Sansan.
ADVERTISEMENT
Warga Tetap Waspada, Genangan Tinggi Kembali Hantui Warga Baleendah
Meski alat-alat kerja tidak rusak karena sempat diamankan, dampaknya tetap terasa besar. Aktivitas produksi di bengkel kecilnya harus dihentikan, membuat enam pekerja kehilangan pendapatan harian mereka.
“Anak-anak jadi enggak bisa bekerja. Biasanya produksi tiga hari, kalau pasang bisa tiga sampai empat hari. Tapi karena banjir ya libur dulu,” jelasnya.
Dalam kondisi normal, pemasangan ducting untuk satu proyek membutuhkan waktu hingga satu minggu. Pendapatan usaha sangat bergantung pada kelancaran produksi dan pemasangan. Namun banjir membuat jadwal tersendat dan pemasukan otomatis menurun.
“Penghasilan tersendat banget. Soalnya dihitungnya harian. Sehari libur saja kerasa, apalagi begini,” ujarnya.
Ia menuturkan banjir besar terakhir terjadi sekitar lima tahun lalu, sehingga munculnya kembali genangan tinggi ini cukup mengejutkan para pelaku usaha di wilayah tersebut.
“Tiba-tiba banjir lagi, kagetlah. Soalnya sebelumnya sudah lama enggak banjir,” ungkapnya
Meski begitu, ia berharap pemerintah dapat memikirkan langkah pencegahan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus mengganggu perekonomian warga kecil.
“Mudah-mudahan ke depannya enggak banjir lagi. Namanya musibah memang enggak tahu, tapi semoga ada upaya supaya enggak terulang,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT






