Kamis, 26 Februari 2026 12:17

KORANMANDALA.COM – Genangan tinggi kembali menghentak wilayah Kampung Jambatan, RT 02 RW 09, Kelurahan Andir, Kecamatan , setelah hampir empat tahun tidak terjadi besar. Warga yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman luapan air kembali merasakan dampaknya, baik secara fisik maupun ekonomi.

Cecep Yudi (53), ketua RT setempat, menyampaikan bahwa banjir kali ini mencapai ketinggian hingga dua meter di beberapa titik.

“Kemarin ada dua meteran lah. Sampai se-dada. Itu bekasnya masih kelihatan,” katanya saat ditemui pada Minggu, (7/12/2025).

Banjir Baleendah Kembali Melumpuhkan Aktivitas Warga: Saluran Air Tersumbat, Perbaikan Jembatan Disorot

Ia mengatakan, meski warga Baleendah sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan, kejadian yang kembali muncul setelah tiga hingga empat tahun ini tetap membawa pukulan bagi warga, terutama bagi pekerja harian.

“Ya mungkin berpengaruh sih, terutama buat yang kerja harian atau buruh,” ucapnya.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah susun, sebagian lainnya ke rumah kerabat, dan sisanya tetap bertahan.

“Ada yang ngungsi, ada yang tetap di sini. Tergantung kondisi rumahnya,” jelas Cecep.

Menurutnya, banjir kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi. Pendataan warga terdampak sudah mulai dilakukan, namun upaya penanganan belum tampak signifikan.

“Penanganan khusus mah belum. Pemerintah mungkin baru mendata dulu warganya yang terdampak,” ujarnya.

Di lingkungan RW 09, Cecep memperkirakan terdapat sekitar 700 hingga 800 jiwa yang terdampak. Hingga Minggu siang, penanganan lebih banyak dilakukan oleh pengurus RT dan warga setempat, sementara aparat dari tingkat kecamatan hingga kota belum terlihat memberikan bantuan langsung.

“Baru RT aja yang turun. Dari pemerintah mah belum ada yang datang,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lain, Asep Herman (49), yang tinggal di RT 02 RW 09, menyampaikan bahwa banjir kali ini datang sangat cepat pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Airnya langsung gede, cepat pisan. Jalan sudah selutut, barang-barang jadi tidak sempat diselamatkan,” ujarnya.

1 2
Exit mobile version