Kamis, 26 Februari 2026 12:22

KORANMANDALA.COM –Rencana pengosongan lapak pedagang tanaman hias di kawasan Taman Hias dipastikan tetap berjalan hingga tenggat akhir Desember 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Arcamanik, Willy, saat ditemui di kantor kecamatan pada Jumat, 5/12/2025

Willy menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai rencana tersebut sebenarnya sudah dilakukan secara internal, sementara surat pemberitahuan telah diberikan langsung kepada para pedagang.

Bandung Siaga Bencana Hidrometeorologi

“Surat pemberitahuan sudah disampaikan. Mulai diberlakukan sejak surat itu diterima oleh para pedagang, dan tenggat pengosongan sampai akhir Desember ini,” ujar Willy.

Menurutnya, keberatan para pedagang terkait waktu pengosongan merupakan hal yang wajar, mengingat mereka memiliki aktivitas harian dan barang dagangan yang cukup banyak.

“Keberatan pasti ada, terutama soal waktu. Mereka butuh waktu lebih untuk memindahkan tanaman dan perlengkapan dagangannya,” kata Willy.

Willy pun menegaskan bahwa kecamatan tidak menyiapkan rekolasi
“Sementara tidak ada relokasi. Fokusnya sekarang pembangunan unit sekolah baru yang diinisiasi pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa lahan yang akan dikosongkan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan digunakan untuk membangun SMA Negeri baru di Arcamanik kawasan yang selama ini tidak memiliki sekolah menengah negeri.

“Arcamanik tidak punya SMA negeri. Setiap tahun 500 sampai 600 lulusan SMP terpaksa mendaftar ke sekolah swasta atau ke kecamatan lain. Jadi masyarakat sebenarnya menyambut baik pembangunan SMA ini,” tutur Willy.

Menurutnya, kebutuhan ruang pendidikan dan ketersediaan lahan menjadi alasan Arcamanik dipilih. Pemerintah provinsi disebut memerlukan lahan sekitar 5.000 meter untuk pembangunan sekolah tersebut.

Ia menegaskan bahwa selama ini pemanfaatan lahan oleh pedagang tidak disertai pungutan atau pajak apa pun.

“Itu semua clear. Negara sekarang mau memanfaatkan lahan itu untuk pendidikan. Jadi kami harap semuanya bisa memahami,” ujarnya

Willy berharap para pedagang dapat memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk mengosongkan area secara mandiri. Kecamatan, kata dia, siap memberikan dukungan teknis bila diperlukan.

“Kami siap membantu, kami siap memfasilitasi, misalnya dengan armada untuk mengangkut barang. Yang penting pengosongan dilakukan secara mandiri sebelum batas waktu,” tegasnya.

Exit mobile version