Kamis, 26 Februari 2026 13:45

KORANMANDALA.COM –  Pemerintah Kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman seiring intensitas hujan yang kian tinggi.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintahan dari OPD hingga kecamatan dan kelurahan telah bergerak serempak untuk memetakan risiko dan memperkuat mitigasi di lapangan.

“Kami sudah melakukan koordinasi lintas sektoral dan lintas OPD. Semua wilayah sudah dikurasi dan dipetakan untuk memperkuat antisipasi menghadapi cuaca ekstrem,” kata Erwin, Jumat (5/12/2025).

Kota Bandung Siaga 24 Jam Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Salah satu langkah yang menjadi fokus ialah pendataan titik-titik rawan erosi. Erwin menyebut dirinya telah berulang kali meminta lurah dan camat untuk bekerja sama dengan ketua RW dalam memetakan potensi kerawanan di lingkungan masing-masing. Pendataan ini, menurutnya, penting agar pemerintah dapat bergerak cepat jika kondisi memburuk.

Erwin mengaku, di lapangan, berbagai tindakan teknis sudah dimulai. Pengerukan sedimentasi di saluran air dan lokasi rawan banjir terus dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Ia juga terjun langsung mengawasi penertiban bangunan liar yang berdiri di atas selokan maupun anak sungai.

“Saya turun langsung memastikan bangunan liar di atas selokan dan anak sungai ditertibkan. Itu semuanya sudah kami selesaikan,” tegasnya.

Selain persoalan infrastruktur, Erwin menyoroti perilaku masyarakat yang masih kurang disiplin dalam membuang sampah. Banyaknya sampah yang menumpuk di selokan disebut menjadi salah satu penyebab banjir di beberapa titik Kota Bandung.

“Banjir kemarin bukan hanya karena hujan, tapi juga akibat sampah yang dibuang sembarangan. Kami bersama DSDABM sudah mengangkat banyak sekali sampah dari solokan,” jelasnya.

Pemkot Bandung turut menggencarkan kolaborasi dengan warga. RW dan masyarakat diminta aktif melakukan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif menjelang puncak musim hujan.

Erwin mengungkapkan bangunan tak berizin di kawasan rawan masih banyak ditemukan. Untuk itu, pemerintah tengah mempersiapkan blueprint penataan agar kawasan-kawasan tersebut tertata lebih baik dan aman.

“Kami sedang menyiapkan blueprint penataan, tapi tentu perlu kolaborasi masyarakat untuk menjaga wilayahnya,” ujarnya.

Erwin mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat hujan deras. Aktivitas di area sungai, bendungan, maupun lokasi berisiko diminta untuk dihindari sementara waktu.

“Risikonya sangat tinggi. Dan yang paling penting, mohon jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

KoranMandala.com

Exit mobile version