ADVERTISEMENT
KORANMANDALA.COM –Telkom University (Tel-U) meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang berlokasi di Gedung Pelampong, tepatnya di Ruang ULD Direktorat Kemahasiswaan, Karir, dan Alumni (KKA), Kamis (4/12).
Pembentukan unit ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan ULD Tahun 2025 yang didukung oleh Peraturan Dewan Pengurus YPT.
Peresmian digelar untuk mengenalkan peran, fungsi, dan cakupan layanan ULD kepada seluruh sivitas akademika, sekaligus memperkuat koordinasi dengan fakultas, direktorat, serta unit layanan lainnya dalam menciptakan kampus yang ramah bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
Pelatih Borneo FC Geram Diremehkan Jelang Hadapi Persib: “Mereka Tidak Paham Sepak Bola”
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran ULD mencerminkan komitmen Tel-U dalam menyediakan akses pendidikan yang setara. Ia menilai, pembangunan fasilitas inklusif harus disertai perubahan cara pandang terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
“Dalam momentum International Day of Persons with Disabilities, Tel-U ingin memastikan bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses tanpa batasan. Unit Layanan Disabilitas bukan sekadar fasilitas, tetapi langkah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebutuhan mahasiswa. Mereka adalah bagian dari keluarga besar Tel-U dan memiliki kapasitas yang sama. Ke depan, layanan ini akan terus kami tingkatkan demi memperluas inklusi,” ujar Prof. Suyanto.
Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtyas, menambahkan bahwa ULD menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan hak belajar yang setara. Dengan menempatkan ULD di bawah Direktorat Kemahasiswaan, Tel-U menargetkan tercapainya standar layanan inklusif pada 2029.
“Unit ini merupakan sistem yang dibangun secara berkelanjutan. Peresmian hari ini adalah langkah awal untuk mengajak seluruh sivitas akademika dan pemangku kepentingan bergerak bersama mewujudkan kesetaraan,” kata Prof. Ratri.
Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari mahasiswa penyandang disabilitas yang menceritakan dinamika aktivitas mereka di kampus. Mereka menyoroti sejumlah tantangan, mulai dari proses belajar-mengajar, interaksi dengan teman sebaya, hingga pelayanan administrasi akademik.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber talk show dan sesi foto bersama. Telkom University berharap kehadiran ULD dapat memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai konsep inklusi, mulai dari hak, standar layanan, hingga praktik baik di lingkungan pendidikan tinggi. Keterlibatan komunitas eksternal seperti Griya Harapan Difabel turut diharapkan dapat memperluas manfaat serta membuka peluang kolaborasi berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT





